Terancam Relokasi ke Vietnam, 7.000 Buruh Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Berpotensi Kena PHK

  • Share
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

RBN || Jakarta

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal membayangi ribuan buruh industri komponen otomotif di Jawa Timur. Sedikitnya 7.000 pekerja dari dua perusahaan asal Jepang disebut berpotensi terdampak menyusul rencana relokasi basis produksi ke Vietnam.

Informasi tersebut disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

“(Potensi) PHK juga terjadi kemungkinan besar di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur,” kata Said Iqbal.

Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, agar pemerintah dapat segera mencari solusi dan mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih luas.

Said mengungkapkan, Dasco berencana mempertemukan pemerintah, pihak perusahaan, dan serikat pekerja untuk membahas persoalan tersebut. Ia juga berharap dapat difasilitasi bertemu dengan Menteri Perindustrian dalam waktu dekat.

“Tadi saya bisik dengan Bang Dasco, mohon kami dibantu bertemu dengan Menteri Perindustrian minggu depan. Akan diatur bertemu dengan Menteri Perindustrian, dipanggil pengusahanya, dipanggil serikat buruhnya,” ujarnya.

Meski demikian, Said belum bersedia mengungkap identitas dua perusahaan yang dimaksud. Ia hanya menyebut keduanya dengan inisial PT J dan PT S karena proses negosiasi dengan serikat pekerja masih berlangsung.

“Jadi untuk dua perusahaan saya kasih inisialnya PT J dan PT S. Kenapa saya belum sebut? Karena perusahaan itu kan masih negosiasi dengan serikat pekerjanya. Sudah hampir setahun negosiasi itu,” ungkapnya.

Said menilai kehadiran negara sangat diperlukan untuk memfasilitasi dialog antara perusahaan dan pekerja. Apalagi, rencana relokasi tersebut disebut merupakan kebijakan perusahaan induk yang berada di Jepang.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar 4.000 pekerja di PT J berpotensi kehilangan pekerjaan dari total 7.000 karyawan yang ada. Sementara di PT S, ancaman PHK disebut lebih besar.

“Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4.000, bahkan lebih parah lagi 3.000 omong-omongnya (yang berpotensi di PHK),” pungkasnya.

Jika relokasi benar-benar terealisasi, kasus ini berpotensi menjadi salah satu gelombang PHK terbesar di sektor komponen otomotif Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja kini diharapkan dapat menemukan jalan tengah untuk melindungi keberlangsungan industri sekaligus nasib ribuan pekerja yang terdampak.

Sumber: SindoNews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *