RBN || Serang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan investigasi terkait dugaan pencemaran yang terjadi di Sungai Ciujung, Kabupaten Serang. Langkah ini diambil menyusul laporan masyarakat mengenai kondisi air sungai yang berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengatakan bahwa tim telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi sekaligus mengambil sampel air guna mengetahui penyebab pasti perubahan kondisi sungai tersebut.
“Tim sedang melakukan pengecekan ke lokasi dan mengambil sampel air sungai,” ujar Wawan Gunawan, Senin (22/6/2026).
Menurut Wawan, fenomena air Sungai Ciujung yang berwarna hitam bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut kerap muncul saat musim kemarau ketika debit air menurun dan permukaan sungai mengalami penyusutan.
Ia menjelaskan bahwa surutnya air sungai dapat menyebabkan lapisan dasar sungai yang telah mengalami pendangkalan terlihat ke permukaan sehingga memunculkan warna lebih gelap. Namun demikian, pihaknya tetap akan memastikan apakah kondisi tersebut juga berkaitan dengan adanya pencemaran.
“Kalau kering, airnya hitam. Mungkin juga sudah terjadi pendangkalan, tanah di dasar sungai sudah menumpuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Banten, Wawan Wahyudi, menyampaikan bahwa investigasi dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa khawatir terhadap kualitas air Sungai Ciujung. Saat ini, pihaknya tengah mematangkan analisis awal sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lapangan pada pekan depan.
Hasil pengambilan sampel dan investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan apakah perubahan warna dan bau pada Sungai Ciujung disebabkan oleh faktor alam, pendangkalan sungai, atau adanya aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan.
Kasus ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD yang sebelumnya meminta agar dugaan pencemaran di Sungai Ciujung diusut secara menyeluruh guna menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut.
Sumber: Detik News











