Dharma Santi Perdana STAH Dharma Nusantara Jakarta: Menyatukan Spirit, Perkuat Solidaritas Civitas Akademika

  • Share
Foto: Istimewa

RBN || Jakarta

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta menggelar Dharma Santi perdana dengan mengusung tema Simakrama Perkuat Solidaritas SDM STAH Dharma Nusantara Jakarta di Kampus Jatiwaringin, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antarsivitas akademika sekaligus memperkuat fondasi kebersamaan di lingkungan kampus.

Acara dihadiri oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra, Wakil Ketua II Dr. Untung Suhardi, jajaran dosen, tenaga kependidikan, staf, mahasiswa, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAH DNJ. Kehadiran seluruh elemen ini mencerminkan komitmen kolektif dalam membangun institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai kebersamaan.

Dharma Santi sebagai tradisi penting dalam ajaran Hindu mengandung nilai keharmonisan, refleksi diri, dan penguatan relasi sosial. Melalui semangat simakrama, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan tinggi, relasi yang solid menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan adaptif terhadap perubahan.

Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa Dharma Santi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana strategis untuk memperkuat solidaritas dan kesiapan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya membangun kekompakan sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika pertumbuhan institusi yang terus berkembang.

Senada dengan itu, Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra dalam pencerahannya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi bersama. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan, agar STAH Dharma Nusantara Jakarta mampu tumbuh menjadi lembaga yang lebih besar, adaptif, dan berdaya saing.

Sebagai kegiatan perdana, Dharma Santi ini diharapkan menjadi tradisi institusional yang terus dilaksanakan secara konsisten. Lebih dari sekadar mempererat hubungan internal, kegiatan ini menjadi landasan dalam membangun budaya akademik yang berakar pada nilai spiritualitas, inklusivitas, dan kebersamaan.

Rangkaian acara ditutup dengan simakrama berupa saling maaf-memaafkan dan ramah tamah, menegaskan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada capaian intelektual, tetapi juga pada kualitas relasi kemanusiaan yang terjalin di dalamnya.

Reportase : Evita

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *