200 RW di Jakarta Rawan Banjir, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

RBN || Jakarta

Ancaman banjir masih membayangi sejumlah wilayah Jakarta menjelang puncak musim hujan 2026/2027. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengidentifikasi sekitar 200 rukun warga (RW) yang berpotensi terdampak banjir dan genangan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan ratusan lokasi penampungan bagi warga terdampak. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi apabila banjir melanda kawasan permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pemetaan wilayah rawan telah dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan langkah penanganan bencana.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami kemarin, terdapat kurang lebih 200 RW yang masih dalam kondisi titik rawan banjir dan genangan. Nah, ini yang kami juga sudah mengidentifikasi, ada 403 lokasi penampungan yang sudah kami siapkan bilamana bencana banjir itu terjadi di 2027,” kata Marulitua, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, potensi banjir perlu diwaspadai karena curah hujan diperkirakan meningkat hingga mencapai intensitas ekstrem. Puncak musim hujan di Jakarta diprediksi terjadi pada Februari 2027.

Sejumlah kawasan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi perhatian khusus karena masih memiliki risiko banjir. Wilayah tersebut mencakup permukiman padat penduduk yang berpotensi mengalami genangan ketika hujan deras berlangsung.

“Sejumlah wilayah yang masih menjadi lokasi rawan banjir, antara lain Rawa Buaya dan Tegal Alur di Jakarta Barat serta Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan di Jakarta Timur,” jelas Marulitua.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, BMKG, dan perangkat daerah terkait. Kerja sama tersebut diarahkan pada penyusunan rencana aksi serta percepatan respons ketika terjadi keadaan darurat.

Selain menyiapkan tempat pengungsian, pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan saluran air. Pembersihan serta pengurasan drainase menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi risiko genangan.

Melalui pemetaan wilayah rawan dan penyediaan fasilitas evakuasi, BPBD berupaya meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat. Kewaspadaan warga tetap diperlukan, terutama selama periode hujan dengan intensitas tinggi.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *