Blok M Disiapkan Jadi Pusat Perdagangan dan Ekonomi Kreatif, Tenant Hasil Kurasi Bakal Hadir

RBN || Jakarta

Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, akan dikembangkan menjadi pusat perdagangan dan ekonomi kreatif yang lebih terintegrasi. Perumda Pasar Jaya menyiapkan sejumlah langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi kawasan tersebut, mulai dari menghadirkan berbagai kegiatan kreatif hingga mendatangkan tenant yang telah melalui proses kurasi.

Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya, Raja Tarigan, mengatakan Blok M memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi yang lebih produktif. Potensi tersebut didukung oleh akses transportasi yang memadai serta beragam aktivitas masyarakat.

“Dengan latar belakang pendidikan di bidang Planologi, saya memahami bahwa Blok M memiliki potensi yang sangat besar, terutama dari sisi aksesibilitas, konektivitas MRT dan Transjakarta, serta keberagaman aktivitas ekonomi. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk menciptakan kawasan yang semakin hidup dan produktif,” kata Raja dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Untuk mewujudkan pengembangan tersebut, Pasar Jaya berencana mendorong penyelenggaraan berbagai acara kreatif yang menyasar generasi muda. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Blok M sekaligus mendorong pertumbuhan usaha di sekitarnya.

Selain menghadirkan kegiatan kreatif, Pasar Jaya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung masuknya pelaku usaha dan tenant yang telah melalui proses kurasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi usaha kreatif sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Raja menegaskan bahwa pengembangan Blok M tidak hanya berfokus pada pembenahan bangunan dan fasilitas fisik, tetapi juga perlu didukung oleh aktivitas ekonomi serta keterlibatan pelaku usaha kreatif.

“Kami siap mendukung arahan Bapak Gubernur Pramono Anung. Pengembangan Blok M tidak hanya melalui penataan fisik, tetapi juga dengan menghadirkan kegiatan dan pelaku usaha kreatif yang mampu menghidupkan kawasan serta membuka peluang ekonomi baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meluncurkan konsep desain transformasi kawasan Blok M fase ultimate pada Selasa (6/10/2026). Melalui konsep tersebut, Blok M direncanakan menjadi kawasan yang lebih modern, tertata, dan terintegrasi.

Pramono berharap proses revitalisasi tidak menghilangkan karakter khas Blok M yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya anak muda, berburu kuliner, serta mengikuti berbagai tren yang berkembang di masyarakat.

“Saya betul-betul berkeinginan bahwa walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” ujar Pramono.

Ia juga menilai identitas Blok M sebagai kawasan yang memiliki daya tarik tersendiri merupakan kekuatan yang harus tetap dipertahankan di tengah proses pembenahan.

“Orang mengatakan Blok M ini menjadi ‘Negara Blok M’. Sehingga dengan demikian, itulah yang menjadi kekuatan utama,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa revitalisasi juga dilakukan untuk menjawab persoalan usia bangunan yang kini telah mencapai 34 tahun. Pembaruan kawasan diperlukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan struktur bangunan.

“Usia bangunan Blok M saat ini telah mencapai 34 tahun. Menurut kami, ingin memastikan keselamatan dan keamanan struktur dari bangunan ini,” kata Tuhiyat saat peluncuran konsep transformasi kawasan Blok M.

Dengan rencana pengembangan tersebut, Blok M diharapkan tidak hanya menjadi kawasan transit dan pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga berkembang sebagai ruang perdagangan serta ekonomi kreatif yang tetap mempertahankan identitasnya.

Sumber: Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *