XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan di NTT
RBN || Jakarta
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Pada awal penanganan, sebanyak 91 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdampak dilaporkan mengalami gangguan. Setelah proses pemulihan dilakukan, jumlah BTS yang masih bermasalah hingga Selasa (18/8/2026) turun menjadi lima.
Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra Donny Darmawan mengatakan pemulihan jaringan menjadi prioritas agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi, terutama dalam kondisi darurat setelah bencana.
“Prioritas kami adalah mempercepat pemulihan jaringan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi, terutama dalam situasi pasca-bencana,” kata Donny, Selasa (18/8/2026).
Ia mengatakan berkurangnya jumlah BTS yang mengalami gangguan menunjukkan proses pemulihan terus berlangsung. Tim teknis XLSMART akan tetap berada di lapangan hingga seluruh layanan kembali normal.
“Penurunan jumlah BTS yang terdampak menunjukkan bahwa proses pemulihan terus berjalan, dan tim teknis kami akan tetap bekerja hingga layanan kembali normal,” ujar Donny.
Untuk mempercepat penanganan, XLSMART mengerahkan tim dari Network Operation Center (NOC), tim regional NTT, serta teknisi yang bekerja langsung di lokasi terdampak.
Pemantauan jaringan dilakukan selama 24 jam untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Perusahaan juga menyiapkan sumber daya dan peralatan tambahan hingga seluruh BTS yang terdampak dapat kembali beroperasi.
Gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, XLSMART menyiagakan tujuh genset permanen dan 16 genset portabel guna menjaga operasional jaringan tetap berjalan.
Selain memperbaiki BTS, teknisi juga melakukan perbaikan pada jalur fiber optik yang terdampak gempa. Trafik komunikasi dialihkan ke jalur alternatif untuk menjaga konektivitas di wilayah yang mengalami gangguan.
Perusahaan turut memobilisasi perangkat dan sumber daya tambahan ke lokasi-lokasi yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar layanan telekomunikasi dapat kembali normal secepat mungkin.
Sumber: Antara News
