Karina aespa Ungkap Cara Mengatasi Gugup Saat Tampil di Atas Panggung
RBN || Jakarta
Karina aespa mengaku masih sering merasakan gugup sebelum atau saat tampil di atas panggung. Namun, bagi penyanyi asal Korea Selatan itu, rasa gugup bukan selalu sesuatu yang harus dihindari.
Alih-alih menganggapnya sebagai kelemahan, Karina justru melihat kegugupan sebagai emosi berharga yang membuatnya merasa lebih hidup. Perasaan tersebut juga membantunya tampil lebih berhati-hati.
“Rasa gugup juga merupakan salah satu emosi berharga yang bisa dirasakan manusia. Ketika saya gugup, justru saya lebih jarang melakukan kesalahan,” kata Karina dalam wawancara bersama ELLE Korea, dikutip Soompi, Selasa (18/8/2026).
Menurut Karina, rasa gugup muncul karena adanya kekhawatiran melakukan kesalahan atau tidak mampu memenuhi ekspektasi. Meski begitu, ia tidak menganggap kondisi tersebut sebagai sesuatu yang buruk ketika harus naik ke panggung.
“Perasaan itu muncul dari pikiran seperti, ‘bagaimana kalau saya melakukan kesalahan?’ atau ‘bagaimana kalau saya tidak memenuhi ekspektasi?’ Jadi, saya rasa belum tentu ada hal buruk tentang naik ke atas panggung sambil merasa gugup,” ujar dia.
Dalam wawancara tersebut, Karina juga berbicara mengenai arti menjadi pribadi yang kuat. Baginya, kekuatan tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian, tetapi juga melalui keyakinan dan nilai yang tetap teguh.
“Memiliki keyakinan yang kuat berarti standar atau nilai-nilai yang kita miliki tidak mudah goyah. Artinya, kita benar-benar mengenal diri sendiri dan memiliki jati diri yang kuat. Karena itu, saya senang ketika disebut sebagai sosok yang kuat,” kata Karina.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari cara Karina melihat dirinya di tengah kesibukannya sebagai anggota aespa. Ia berusaha tetap memahami dirinya sendiri dan mempertahankan nilai yang diyakininya.
Karina juga mengungkap hal yang paling dinantikannya dalam rangkaian tur dunia aespa bertajuk “2026-27 aespa ‘LIVE TOUR – SYNK : COMPLæXITY’”.
Bagi Karina, tur bukan sekadar rangkaian pertunjukan dari satu kota ke kota lainnya. Ia juga menganggap perjalanan tersebut sebagai kesempatan untuk mengenal tempat-tempat baru.
“Sama seperti kata ‘tour’ yang juga berarti ‘perjalanan,’ saya selalu menantikan untuk mengunjungi tempat-tempat yang mungkin tidak akan pernah saya datangi dan merasakan hal-hal yang mungkin tidak akan pernah saya alami jika saya tidak menjalani pekerjaan ini,” tutur dia.
Karina pun berusaha memanfaatkan waktu di sela-sela tur untuk menjelajahi kota yang dikunjungi. Baginya, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian berharga dari perjalanan sebagai seorang artis.
Melalui pandangannya tentang kegugupan, kekuatan, dan perjalanan, Karina menunjukkan bahwa menjadi seorang performer bukan hanya soal tampil sempurna. Ada pula proses belajar menerima emosi, mengenal diri sendiri, dan menikmati berbagai pengalaman yang hadir dalam perjalanan karier.
Sumber: Antara News
