Warga Keberatan Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Naik hingga Rp60.000 per Jam

RBN || Jakarta

Rencana kenaikan tarif parkir di Jakarta mendapat keberatan dari sejumlah pengguna kendaraan. Mereka menilai tarif yang diusulkan hingga Rp60.000 per jam berpotensi menambah beban pengeluaran, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja setiap hari.

Salah satu pengguna kendaraan, Sony Wijaksana (44), mengatakan kenaikan tarif parkir akan terasa berat jika kendaraan harus diparkir dalam waktu lama. Menurutnya, masyarakat biasanya tidak hanya menghabiskan waktu satu jam ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kalau misal ya sejam Rp6.000 kita kan kalau pergi ke mal atau ke tempat mana gitu tidak mungkin sejam dua jam, bisa dihitung buat parkir kena kali Rp50.000,” ujar Sony saat berbincang dengan Kompas.com di Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Sony menilai biaya parkir bahkan dapat lebih mahal dibandingkan barang atau makanan yang dibeli.

“Kita mau beli mi ayam itu misalnya Rp20.000 kalau parkir sampai Rp50.000 ya lebih mahalan parkirnya ketimbang makanannya,” lanjutnya.

Pengguna sepeda motor lainnya, Ismi Nur Apbi (28), juga mengaku keberatan apabila tarif parkir dinaikkan hingga tarif tertinggi yang diusulkan Rp15.000 untuk sepeda motor.

“Kalau naik sampai yang paling mahal itu Rp15.000 saya keberatan, karena buat pengguna motor itu cukup berat, apalagi yang setiap hari pakai motor untuk kerja,” kata Ismi.

Menurut Ismi, kenaikan tarif seharusnya diikuti dengan perbaikan fasilitas dan keamanan. Ia meminta pengelolaan tempat parkir dibuat lebih jelas agar pengguna mendapatkan pelayanan yang sepadan dengan biaya yang dibayarkan.

“Ya harus diimbangi dengan fasilitas parkir yang lebih aman, nyaman, dan jelas pengelolaannya. Jangan sampai tarif naik tapi pelayanan masih sama,” ujarnya.

Sementara itu, pengguna motor lainnya, Sunandar (48), menilai rencana kenaikan tarif parkir perlu dikaji kembali. Ia mengingatkan bahwa banyak pengguna sepeda motor berasal dari kalangan pekerja yang mengandalkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

“Menurut saya kenaikan tarif parkir ini perlu dipertimbangkan lagi, karena pengguna motor banyak yang dari kalangan pekerja dan masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk aktivitas harian. Kalau tarifnya terlalu tinggi, tentu akan menambah beban pengeluaran,” katanya.

Wacana kenaikan tarif parkir Jakarta hingga Rp60.000 per jam sebelumnya mencuat dalam pembahasan kebijakan parkir berdasarkan jenis kendaraan dan sistem zonasi. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keputusan mengenai kenaikan tarif tersebut belum final.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *