SPHP Jagung Rp5.000 Bantu Tekan Biaya Peternak Lampung
RBN || Lampung
Peternak unggas Lampung, Kasmani, mengapresiasi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung tahap III yang menyediakan jagung pakan seharga Rp5.000 per kilogram. Menurut Kasmani, harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang berada di kisaran Rp8.000–Rp8.400 per kilogram sehingga membantu menekan biaya produksi peternak.
Kasmani yang juga anggota DPRD Lampung Selatan menyampaikan apresiasi tersebut saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pringsewu, Minggu (25/10/2026). Ia menilai kebijakan SPHP memberikan dukungan penting bagi keberlangsungan usaha peternak UMKM.
“Terima kasih, Pak Menteri. SPHP tahap III sudah membantu peternak Lampung,” ujar Kasmani.
Menurut Kasmani, harga jagung menjadi salah satu komponen utama biaya produksi peternakan unggas. Selisih harga melalui program SPHP memberikan ruang bagi peternak untuk mengendalikan biaya sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Persoalan pasokan dan harga jagung sebelumnya juga disampaikan Kasmani kepada Mentan Amran dalam pertemuan di Jakarta pada 9 Oktober 2026. Ia menyebut stok jagung Bulog di Lampung mencapai lebih dari 5.000 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 peternak UMKM.
Kasmani berharap distribusi jagung SPHP juga menjangkau peternak di daerah lain, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan. Ia juga berharap program tersebut dapat berlanjut hingga Februari 2027 agar peternak memiliki kepastian bahan baku.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus mendukung keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari rantai pasok pangan nasional. “Tidak akan saya biarkan peternak jalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin,” tegasnya.
Kementerian Pertanian terus berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan dan mendukung peternakan rakyat. Harga jagung yang lebih terjangkau diharapkan membantu mengendalikan biaya produksi sekaligus menjaga pasokan ayam dan telur bagi masyarakat.


