RBN || Paris
Gelombang panas ekstrem yang melanda Prancis sejak pertengahan Juni 2026 telah menyebabkan sekitar 1.000 kematian. Sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia (lansia) berusia di atas 85 tahun yang rentan terhadap suhu tinggi.
Kementerian Kesehatan Prancis menyatakan lonjakan suhu yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit kronis.
Pemerintah Prancis telah mengaktifkan status siaga cuaca panas di berbagai daerah serta mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga asupan cairan, dan memberikan perhatian khusus kepada anggota keluarga yang berusia lanjut.
Gelombang panas juga memberikan tekanan terhadap layanan kesehatan, dengan meningkatnya jumlah pasien yang mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga serangan heatstroke. Otoritas terus memantau perkembangan cuaca dan mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh imbauan keselamatan selama suhu ekstrem masih berlangsung.
Sumber: Detik News











