PMI Bekasi Operasikan Water Treatment untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga
RBN || Kab. Bekasi
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengoperasikan water treatment untuk menyediakan air bagi masyarakat terdampak kekeringan. Air berasal dari Telaga Hejo, Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.
Humas PMI Kabupaten Bekasi Achmad Syarif mengatakan Telaga Hejo dipilih setelah melalui pemeriksaan laboratorium dan dinilai layak diolah. Hasil pemeriksaan menunjukkan sumber air tidak terkontaminasi dan memiliki tingkat kejernihan cukup baik.
Air tetap melalui proses pengamanan tambahan menggunakan klorin untuk membunuh mikroorganisme yang mungkin masih terdapat. Salah satunya bakteri Escherichia coli atau E. coli yang dapat membahayakan kesehatan.
Proses pengolahan dimulai dengan menyedot air dari Telaga Hejo menggunakan pompa menuju tampungan awal. Air kemudian masuk union tank sebelum dialirkan menuju mesin filtrasi untuk meningkatkan kejernihannya.
Mesin filtrasi tersebut merupakan peralatan milik PMI Pusat yang dipinjamkan untuk mendukung pelayanan air. Setelah disaring, air ditampung dalam water blender sebelum dialirkan menuju tangki penyimpanan.
Tangki penampungan dapat menggunakan fasilitas PMI maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). PMI juga terbuka menerima bantuan tangki atau galon dari masyarakat, instansi, dan perusahaan.
Satu rangkaian pengolahan hingga penampungan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Durasi tersebut mencakup proses penyedotan, filtrasi, hingga pemindahan air menuju penampungan akhir.
Kapasitas produksi water treatment mencapai minimal 50 ribu liter per hari dan dapat meningkat menjadi 100 ribu liter. Kemampuan tersebut tetap bergantung pada kapasitas penampungan dan ketersediaan armada distribusi.
Jika penampungan penuh, air segera dipindahkan ke armada agar proses produksi dapat kembali berlangsung. Operasional water treatment telah berjalan selama lima hari hingga Senin (7/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Bekasi memenuhi kebutuhan air masyarakat selama kondisi kekeringan. Pengolahan dilakukan melalui penampungan, filtrasi, klorinasi, serta distribusi kepada warga.

