Pemkab Manggarai Timur Bangun 2.029 Huntara untuk Warga Terdampak Gempa
RBN || Manggarai Timur
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai membangun 2.029 unit hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Pembangunan huntara diawali dari wilayah Borong dan selanjutnya dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah di bagian utara, tengah, hingga selatan Kabupaten Manggarai Timur.
Direktur Wilayah II sekaligus Ketua Satgas BNPB Kabupaten Manggarai Timur, Riswandi, mengatakan jumlah huntara yang dibangun mengacu pada pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.
“Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, maka kami membangunkan hunian sementara. Bentuknya seperti ini, sudah 95% selesai,” kata Riswandi saat penyerahan huntara di Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kamis (17/9/2026).
Menurut Riswandi, huntara tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga selama proses pemulihan pascagempa berlangsung. Pemerintah nantinya akan membangun hunian tetap (huntap) untuk menggantikan rumah warga yang rusak berat.
“Sampai hari ini, tercatat sebanyak 2.029 rumah rusak berat. Artinya, kami akan membangun sebanyak 2.029 unit huntara,” ujarnya.
Selain pembangunan huntara, Pemkab Manggarai Timur juga memberikan dukungan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Manggarai Timur.
Sumber: Berita Satu


