RBN || Jakarta
Stadion Pakansari, Bogor, akan menjadi saksi tekad membara Tim Nasional Indonesia U-23, Selasa (18/11) malam WIB. Skuad Garuda Muda mengusung misi revans dan perbaikan mentalitas saat melakoni laga uji coba kedua melawan Mali, setelah sebelumnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-3.
Kekalahan di laga perdana bukan menjadi alasan untuk tunduk, melainkan lecutan semangat untuk berbenah. Pelatih Indra Sjafri merespons cepat dengan melakukan rotasi strategis dalam skema 3-4-1-2 yang dinamis. Di bawah mistar, Daffa Fasya dipercaya tampil menggantikan Cahya Supriadi, diharapkan membawa ketenangan baru bagi benteng terakhir Indonesia.
Lini pertahanan akan dipimpin oleh trio solid: Muhammad Ferarri, Dion Markx, dan Kadek Arel. Ketiganya memikul tanggung jawab besar untuk meredam agresivitas pemain Mali sekaligus membangun serangan dari bawah. Sementara itu, lini tengah kembali bertumpu pada visi bermain Ivar Jenner yang berduet dengan Rivaldo Pakpahan, diapit oleh eksplosivitas Dony Tri Pamungkas dan Raka Cahyana di sisi sayap.
Sorotan utama tertuju pada lini serang. Rafael Struick akan menjajal peran krusial sebagai gelandang serang (playmaker), menjadi jembatan kreativitas bagi dua ujung tombak, Hokky Caraka dan Mauro Zijlstra. Kehadiran Mauro sebagai targetman diharapkan menjadi solusi ketajaman yang dinanti-nantikan publik tanah air.
Laga ini bukan sekadar tentang skor akhir, melainkan pembuktian karakter pantang menyerah. Dengan komposisi pemain yang memadukan talenta lokal dan diaspora, Timnas U-23 siap menyuguhkan permainan yang lebih solid, berani, dan menghibur.
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 (3-4-1-2): Daffa Fasya; Muhammad Ferarri, Dion Markx, Kadek Arel; Raka Cahyana, Ivar Jenner, Rivaldo Pakpahan, Dony Tri Pamungkas; Rafael Struick; Hokky Caraka, Mauro Zijlstra.
Sumber: CNNIndonesia











