Mirza Fakhrul Islam Alamgir Dilantik sebagai Presiden ke-23 Bangladesh

RBN || Dhaka

Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi menjabat sebagai Presiden ke-23 Bangladesh setelah mengucapkan sumpah jabatan di Bangabhaban, Dhaka, Jumat (21/8/2026). Politikus Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) itu akan memimpin Bangladesh untuk masa jabatan lima tahun.

Pelantikan dipimpin Penjabat Ketua Parlemen Bangladesh Kaiser Kamal. Fakhrul mengucapkan sumpah di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk perdana menteri, anggota kabinet, serta anggota parlemen dari kubu oposisi.

Setelah dilantik sebagai presiden, Fakhrul juga mengambil sumpah enam anggota baru dalam kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman. Keenam pejabat tersebut terdiri atas empat menteri penuh dan dua menteri negara.

Berdasarkan pemberitahuan resmi pemerintah yang diterbitkan pada Sabtu pagi, jumlah anggota kabinet Bangladesh kini mencapai 51 orang setelah dilakukan sejumlah perubahan, perombakan, dan penarikan anggota kabinet.

Fakhrul terpilih sebagai presiden dalam pemungutan suara yang digelar sehari sebelum pelantikan, Kamis (20/8/2026). Ia memperoleh 255 suara, mengungguli kandidat oposisi, pensiunan Kolonel Oli Ahmed, yang mendapatkan 88 suara.

Dalam pemungutan suara tersebut, enam anggota parlemen tercatat tidak hadir. Sementara itu, satu kursi parlemen masih kosong.

Parlemen Bangladesh memiliki 300 kursi hasil pemilihan umum serta 50 kursi tambahan yang dialokasikan khusus untuk perempuan.

Terpilihnya Fakhrul melalui proses pemungutan suara menjadi momen penting dalam politik Bangladesh. Pemilihan presiden kali ini merupakan yang pertama dalam 35 tahun karena selama periode tersebut tidak ada kandidat oposisi yang maju untuk memperebutkan jabatan presiden.

Meski sebagian besar bersifat seremonial, jabatan presiden tetap memiliki posisi penting dalam struktur kenegaraan Bangladesh.

Fakhrul, yang kini berusia 78 tahun, merupakan salah satu tokoh senior BNP. Namanya semakin menonjol ketika ia menjalankan peran sebagai pemimpin de facto partai tersebut saat Ketua BNP Khaleda Zia menjalani masa penahanan.

Sementara itu, Tarique Rahman, yang ketika itu menjabat Ketua BNP, tinggal di Inggris selama 17 tahun. Sebagian besar masa pengasingannya berlangsung ketika Sheikh Hasina memimpin Bangladesh selama sekitar 15 tahun.

Pelantikan Fakhrul sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan politik Bangladesh, terutama setelah proses pemilihan presiden berlangsung kompetitif dengan hadirnya kandidat dari oposisi.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *