Menag Optimistis Indonesia Bebas Buta Huruf Al-Qur’an

RBN || Jakarta

Menteri Agama Nasaruddin Umar optimistis Indonesia dapat terbebas dari buta huruf Al-Qur’an dalam tiga tahun. Optimisme itu disampaikan saat pengukuhan 10.000 guru Al-Qur’an dalam pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Nasaruddin, jumlah masyarakat Muslim yang belum mampu membaca Al-Qur’an masih cukup besar. Karena itu, upaya mengatasinya membutuhkan keterlibatan luas, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga organisasi kemasyarakatan Islam dan masyarakat.

Ia menilai pengukuhan 10.000 guru Al-Qur’an menjadi langkah konkret untuk memperluas akses pembelajaran. Jika setiap guru mampu membimbing sedikitnya 10 orang, maka akan tercipta jangkauan pembelajaran yang besar dalam waktu relatif singkat.

“Kalau 10 ribu guru Al-Qur’an, setiap orangnya membebaskan 10 orang dari buta huruf Al-Qur’an, maka kita akan punya kader,” ujar Nasaruddin.

Ia memperkirakan kemampuan dasar membaca huruf Al-Qur’an dapat dipelajari dalam waktu sekitar tiga bulan. Dengan pola pembelajaran yang konsisten dan meluas, target Indonesia bebas buta huruf Al-Qur’an dinilai dapat dicapai dalam tiga tahun.

Namun, Nasaruddin menekankan bahwa tugas guru Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca. Pendidikan juga harus menyentuh pembentukan karakter, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan peserta didik.

Menurutnya, guru perlu hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sosok yang mampu membangun kedekatan batin dan menanamkan nilai keagamaan secara mendalam.

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga mengajak para guru Al-Qur’an ikut menjaga Indonesia sebagai bangsa yang moderat. Ia menegaskan, moderasi tidak bertentangan dengan nilai syariah maupun kehidupan religius.

Melalui penguatan peran guru Al-Qur’an, pemerintah berharap kemampuan literasi keagamaan masyarakat meningkat sekaligus memperkuat karakter, toleransi, dan kehidupan beragama yang harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *