Kasus Kekerasan Tembus 35 Ribu, Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Pengasuhan Anak dalam Keluarga

RBN || Jepara

Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah, terutama terkait lemahnya pengasuhan dalam keluarga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan terdekat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), tercatat 35.925 kasus kekerasan sepanjang 2025. Jumlah korbannya bahkan melampaui 36.000 orang karena satu peristiwa kekerasan dapat melibatkan lebih dari satu korban.

“Dari SIMFONI tahun 2025 ada 35.925 kasus. Korbannya 36.000 sekian. Kenapa jumlah korbannya lebih banyak? Karena kadang satu kasus korbannya lebih dari satu orang,” kata Arifah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan itu, Arifah menyoroti pentingnya membangun pola pengasuhan yang mampu mencegah anak menjadi korban kekerasan.

Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter sekaligus memberikan rasa aman kepada anak sejak usia dini. Pendidikan agama, akhlak, dan budi pekerti perlu diterapkan melalui keteladanan serta pendampingan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi keluarga itu benteng utama, fondasi utama dalam membangun karakter anak,” ujarnya.

Namun, upaya pencegahan kekerasan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada orang tua karena anak juga berinteraksi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih menyeluruh.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap keamanan anak di ruang digital yang semakin dekat dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Pengawasan dan pendampingan diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan risiko kekerasan maupun ancaman terhadap keselamatannya.

Dalam kunjungan tersebut, Arifah yang juga menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang dan perangkat Muslimat NU Kabupaten Jepara. Kegiatan berlangsung di Pendopo RA Kartini dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Kartini yang berada di kompleks pendopo.

Melalui penguatan peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, pencegahan kekerasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif. Arifah menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman agar anak memperoleh perlindungan serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sumber: Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *