Jaksa Sita Dokumen dari Rumah Adik Mantan Bupati Kupang Terkait Dugaan Korupsi Rp6 Miliar
RBN || Kupang
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang menyita sejumlah dokumen dari rumah Marsela Masneno, adik kandung mantan Bupati Kupang Korinus Masneno. Penggeledahan dilakukan pada Kamis (17/9/2026) untuk mencari alat bukti terkait dugaan korupsi Dana Kapitasi JKN di Puskesmas Tarus.
Rumah Marsela yang berada di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), digeledah mulai sekitar pukul 19.45 Wita.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Kupang, Andre Keya, mengatakan jaksa menemukan dan menyita sejumlah dokumen yang dianggap berkaitan dengan pengelolaan anggaran.
“Ada sejumlah dokumen yang kami lakukan penyitaan dalam kegiatan penggeledahan malam ini,” ujar Andre seusai penggeledahan.
Berkaitan dengan Dana Kapitasi JKN Rp6 Miliar
Dokumen yang disita berkaitan dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun Anggaran 2021-2024 di Puskesmas Tarus, Kecamatan Kupang Tengah.
Nilai anggaran yang tengah ditelusuri mencapai lebih dari Rp6 miliar.
Andre mengatakan penyidik masih mendalami dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana tersebut. Berdasarkan perhitungan Inspektorat sebelumnya, ditemukan dugaan kerugian lebih dari Rp1 miliar.
“Kami sedang mendalami dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran tersebut berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat sebelumnya sebesar Rp1 miliar lebih,” jelasnya.
Marsela Masih Berstatus Saksi
Marsela Masneno diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Tarus. Meski rumahnya digeledah dalam rangka penyidikan kasus tersebut, Marsela hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa sekitar 80 saksi. Mereka antara lain pegawai Puskesmas Tarus, BPJS sebagai penyalur dana, Bank NTT, BKD Kabupaten Kupang, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.
“Jumlah saksi yang sudah kami periksa dalam perkara ini sekitar 80-an orang. Ya kalau dilihat dari anggarannya besar selama 4 tahun,” kata Andre.
Penggeledahan dilakukan untuk menemukan dan mengamankan alat bukti yang dapat membantu penyidik mengungkap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Kapitasi JKN tersebut.
Sumber: Detik News


