Indonesia Segera Memiliki Kapal Induk, Bagaimana Negara-Negara Asia Tenggara Akan Bereaksi?
RBN || Jakarta
Indonesia akan segera mengakuisisi kapal induk bekas milik Italia, Giuseppe Garibaldi, dalam bentuk hibah dari pemerintah Italia, menjadikannya negara kedua di Asia Tenggara setelah Thailand yang mengoperasikan kapal induk, serta bergabung dengan China, India, dan Jepang di tingkat Asia.
Langkah yang didorong Presiden Prabowo Subianto ini dinilai sebagai bagian dari modernisasi alutsista dan penguatan proyeksi kekuatan maritim Indonesia, meski menuai perdebatan di kalangan analis.
Sebagian menilai kapal induk penting bagi negara kepulauan strategis seperti Indonesia untuk operasi tempur maupun kemanusiaan, sementara pihak lain menyoroti beban biaya operasional tahunan yang diperkirakan mencapai US$50 juta hingga US$80 juta (sekitar Rp843 miliar–Rp1,3 triliun), belum termasuk biaya perawatan dan penyesuaian sistem sebelum resmi beroperasi.
Sumber: CNA Indonesia
