Gas Density Batasi Waktu Penyelam Saat Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

RBN || Banjarmasin

Upaya evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang berada di dasar Laut Jawa menghadapi kendala serius. Penyelam hanya dapat bekerja di bawah air selama maksimal sekitar 20 menit pada kedalaman 27 meter.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh gas density atau kepadatan gas di kedalaman lokasi kapal. Situasi ini membuat waktu kerja penyelam menjadi sangat terbatas saat berupaya mencari dan mengevakuasi korban dari dalam kapal yang tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan keterbatasan tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam operasi evakuasi.

Menurutnya, penggunaan satu maupun dua tabung udara tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena penyelam tetap dibatasi oleh kondisi di kedalaman tersebut.

“Misalnya menggunakan dua tabung atau satu tabung tidak bisa maksimal untuk digunakan, hanya paling lama itu dia bisa 20 menit ya,” ujar Sudayana, Senin (28/9/2026).

Selain persoalan durasi penyelaman, tim SAR gabungan juga harus menghadapi kondisi bangkai kapal yang tidak stabil. Kapal yang berada dalam posisi terbalik tersebut masih mengalami perubahan trim atau derajat kemiringan.

Perubahan posisi kapal sewaktu-waktu dapat memengaruhi stabilitas bangkai kapal dan meningkatkan risiko keselamatan bagi penyelam yang sedang melakukan pencarian di dalamnya.

Situasi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan perhitungan matang. Tim SAR tidak hanya mempertimbangkan kemampuan penyelam untuk bertahan di kedalaman, tetapi juga kondisi bangkai kapal sebelum memutuskan tindakan berikutnya.

Dengan berbagai kendala tersebut, proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 membutuhkan kehati-hatian tinggi agar keselamatan para penyelam tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.

Sumber: Okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *