RBN || Manokwari
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan perdamaian sebagai fondasi pembangunan bangsa. Hal ini disampaikan Wapres saat membuka Festival Paduan Suara Gerejawi Nasional atau Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Wapres, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus dibarengi dengan terciptanya situasi yang aman, damai, dan harmonis. Karena itu, ia mengapresiasi tema Pesparawi yang mengangkat nilai perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.
“Dalam melakukan pembangunan dibutuhkan situasi yang kondusif dan damai. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat soal perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” ujar Wapres.
Pesparawi Nasional XIV mempertemukan ribuan peserta dari 38 provinsi untuk memuliakan Tuhan melalui paduan suara gerejawi sekaligus mempererat persaudaraan dalam semangat kebangsaan dan kebinekaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengapresiasi transformasi Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Ia mengenang kunjungannya pada November tahun lalu ketika kawasan tersebut masih dalam proses pembangunan.
“November tahun lalu saya pernah ke sini, ke lapangan ini. Saat itu masih proses pembangunan, tapi saya senang sekarang bisa difungsikan untuk event sebesar Pesparawi,” katanya.
Menurutnya, perubahan RTP Borarsi menjadi tuan rumah kegiatan nasional menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke wilayah timur Indonesia. “Pembangunan sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” tegas Wapres.
“Itulah sebabnya pembangunan Papua jadi salah satu prioritas Bapak Presiden. Mulai dari pembangunan rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, Trans Papua, MBG, hingga kampung nelayan,” sambungnya.
Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, mengatakan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan moderasi beragama telah tumbuh dan mengakar di Papua Barat.
“Ini bukan hanya slogan, tapi sebuah realitas,” katanya.
Ia menjelaskan semangat persaudaraan lintas agama tampak dalam berbagai rangkaian kegiatan, termasuk keterlibatan kelompok hadrah dari umat Islam dalam parade pembukaan. Menurutnya, hal itu mencerminkan tradisi saling menghormati yang telah lama hidup di tengah masyarakat Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat perdamaian, persaudaraan, dan persatuan bangsa.
Pesparawi Nasional XIV berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu.” Sebanyak 5.434 peserta, tamu, dan penggembira dari 38 provinsi ambil bagian dalam perhelatan ini.
Prosesi pembukaan diawali dengan defile 43 kontingen yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia dalam semangat persatuan. Pembukaan resmi ditandai dengan penabuhan tifa oleh Wakil Presiden didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para gubernur yang hadir.
Rangkaian seremoni dilanjutkan dengan tiupan triton, pembukaan selubung maskot “Bit Sang Konduktor”, penampilan lagu Haleluya Agung, dan tarian tifa. Acara kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua” bersama-sama sebagai simbol cinta dan penghormatan kepada Tanah Papua.
__________________________________________
sumber: Kemenag RI











