RBN || Yogyakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. Langkah tersebut diambil karena BPBD DIY tidak memiliki anggaran untuk kegiatan dropping air pada musim kemarau 2026 setelah usulan anggaran sebelumnya dicoret.
BPBD DIY telah mengumpulkan proposal dari pemerintah kabupaten untuk diajukan kepada BNPB. Jika disetujui, bantuan akan disalurkan langsung oleh BNPB kepada masyarakat tanpa melalui BPBD DIY.
Selain mengajukan bantuan, BPBD DIY juga menyiapkan status siaga darurat kekeringan bersama pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah Provinsi DIY telah memproses surat keputusan siaga darurat, sementara Kabupaten Kulon Progo masih menunggu syarat 60 hari tanpa hujan sebelum menetapkannya.
Sementara itu, BMKG Yogyakarta mencatat seluruh wilayah DIY telah berstatus siaga kekeringan. Mayoritas daerah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 31 hari dan diperkirakan menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang meningkatkan potensi kekeringan serta menurunkan peluang terjadinya hujan.
Sumber: Kompas.com











