Kemenag Amati Hilal Rabiulakhir 1448 Hijriah di Rumah Falak Pondok Labu

RBN || Jakarta

Kementerian Agama menggelar rukyatulhilal awal Rabiulakhir 1448 Hijriah di Rumah Falak Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh data empiris mengenai posisi dan keberadaan hilal sebagai bagian penentuan awal bulan kamariah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan rukyatulhilal merupakan bagian penting dalam rangkaian hisab rukyat. Pengamatan langsung juga menjadi sarana memperkuat tradisi keilmuan falak melalui observasi astronomis.

Menurut Arsad, kegiatan tersebut melibatkan Rumah Falak Pondok Labu, mahasiswa Ilmu Falak UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan komunitas Indonesian Islamic Astronomy Club Jabodetabek. Keterlibatan berbagai unsur tersebut sekaligus memperluas ruang pembelajaran ilmu falak bagi mahasiswa dan generasi muda.

Mahasiswa dan komunitas mengikuti proses observasi mulai dari persiapan hingga pencatatan hasil pengamatan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta memahami penerapan teori hisab rukyat melalui kegiatan observasi secara langsung.

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menjelaskan, pengamatan dilakukan menggunakan instrumen astronomi untuk memantau posisi hilal di ufuk. Hasil pengamatan kemudian dicatat dan didokumentasikan sebagai data observasi.

Berdasarkan pengamatan di Rumah Falak Pondok Labu, posisi hilal tercatat mencapai 13,04 derajat dengan sudut elongasi sebesar 16,72 derajat. Data tersebut selanjutnya dihimpun sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan rukyatulhilal Kemenag.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan keterkaitan metode hisab dan rukyat dalam pengembangan ilmu falak. Hisab memberikan gambaran posisi hilal, sedangkan rukyat menyediakan data empiris berdasarkan pengamatan langsung di lapangan.

Selain mendukung pemantauan hilal, observasi tersebut memiliki nilai akademik bagi pembelajaran dan penelitian. Data yang dihimpun secara sistematis dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kajian astronomi Islam dan ilmu falak.

Kemenag akan terus mendorong kolaborasi bersama perguruan tinggi, lembaga falak, dan komunitas astronomi Islam. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat kompetensi generasi muda sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan falak di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *