BIONS 324: Berawal dari Kesempatan Kecil hingga Bangun Personal Branding

RBN || Jakarta

Dunia Master of Ceremony (MC) bagi Risa tidak dibangun dalam waktu singkat. Perjalanannya justru bermula dari kesempatan sederhana saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ketika ia dipercaya menjadi MC dalam upacara bendera. Hal ini diungkapkan Risa dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 324, Sabtu (19/9/2026).

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Risa untuk mengembangkan kemampuan di bidang public speaking. Ia mulai mengikuti berbagai perlombaan dan mendapatkan kepercayaan untuk menangani sejumlah kegiatan di sekolah.

Saat duduk di bangku SMP, kesempatan yang datang semakin beragam. Risa dipercaya guru untuk meng-handle beberapa acara. Ia juga mendapat kesempatan mewakili Bali dalam lomba pembacaan puisi.

Memasuki jenjang SMA, Risa mulai memperluas pengalamannya dengan mengambil berbagai acara di tingkat provinsi. Dari sejumlah pengalaman tersebut, ia tidak hanya berperan sebagai MC, tetapi juga dipercaya menjadi moderator dan host.

Menurut Risa, perjalanan tersebut tidak terlepas dari relasi dan orang-orang yang memberinya kesempatan untuk mencoba berbagai peran di dunia komunikasi dan pembawa acara.

Bagi Risa, kemampuan menjadi MC bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang. Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seorang MC adalah menjadi pendengar yang baik.

Menurutnya, kebiasaan mendengarkan dapat membuka banyak wawasan. Dari cerita dan informasi yang didengar, seorang MC dapat memperoleh ide sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap situasi di sekitarnya.

Selain kemampuan mendengar, Risa menilai seorang MC perlu memiliki fleksibilitas dan kepekaan dalam membaca situasi. Kemampuan mengatur waktu atau time management juga menjadi bagian penting, termasuk menjaga kondisi emosional dan suasana hati ketika memandu acara.

“Semua bermula dari kesempatan kecil yang kita tabung, akhirnya kita membuat kesempatan itu menjadi lebih besar,” ujar Risa.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Risa membangun kariernya secara bertahap. Setiap kesempatan yang datang dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk membuka peluang berikutnya.

Seiring bertambahnya pengalaman menangani berbagai acara, Risa mulai menemukan karakter yang membedakannya dari MC lainnya. Ia menyadari bahwa penggunaan bahasa Bali ketika membawakan acara menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada dirinya.

Pengalaman tampil dalam berbagai acara, baik formal maupun informal, menjadi proses bagi Risa dalam membentuk personal branding. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga berusaha menghadirkan identitas yang sesuai dengan dirinya.

Untuk memperkuat eksistensinya, Risa memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana membangun personal branding. Ia aktif membagikan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya, mulai dari dokumentasi acara hingga konten edukasi dan hiburan.

“Menggunakan media sosial sebagai wadah eksistensi dengan rajin memposting rekap acara, edukasi, atau entertainer,” ujar Risa.

Perjalanan Risa menunjukkan bahwa kemampuan menjadi MC dapat tumbuh dari keberanian menerima kesempatan kecil. Dari pengalaman di lingkungan sekolah hingga menangani berbagai acara di tingkat yang lebih luas, setiap kesempatan menjadi bagian dari proses membangun kemampuan, relasi, dan karakter sebagai seorang MC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *