Bentrokan Lahan Sawit di Rokan Hulu Tewaskan Satu Orang, Aparat Perkuat Pengamanan

  • Share
Ilustrasi. Bentrokan dipicu pengelolaan lahan sawit skema kerja sama operasi (KSO) makan korban jiwa. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

RBN || Jakarta

Konflik pengelolaan lahan kelapa sawit dengan skema kerja sama operasi (KSO) kembali menelan korban jiwa. Bentrokan antarkelompok pengamanan swakarsa terjadi di lahan eks PT BS, Dusun IV Rintis, Desa Bontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, pada Sabtu (7/2), yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes, menjelaskan bentrokan tersebut melibatkan dua kelompok pengamanan swakarsa yang sebelumnya telah sepakat menahan diri sambil menunggu proses mediasi.

“Sebelum kejadian, kedua pihak telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan menyatakan kesediaan untuk menahan diri hingga mediasi lanjutan dilaksanakan,” ujar Yohanes, Minggu (8/2).

Namun, mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/2) di Kantor Camat Bonai Darussalam belum sempat terlaksana. Situasi memanas ketika puluhan orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam dan senapan angin, serta mendesak kelompok pengamanan swakarsa KUD dan para pekerja PT BS untuk mengosongkan barak.

“Upaya aparat untuk menenangkan massa tidak diindahkan, sehingga situasi berkembang menjadi bentrokan,” imbuh Yohanes.

Dalam insiden tersebut, terjadi perusakan fasilitas hingga pelepasan tembakan ke arah bangunan. Akibatnya, satu anggota pengamanan swakarsa dari KUD, Bernadus Betu alias Jon, tewas di tempat kejadian perkara. Selain itu, dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya menderita luka ringan, termasuk luka bakar dan luka akibat benda tajam.

Pascakejadian, Polres Rokan Hulu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pihak-pihak yang terlibat, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi seluruh korban. Jenazah korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk proses autopsi, sementara korban luka mendapatkan perawatan medis.

“Saat ini kami terus melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan, serta menyiagakan personel tambahan guna mencegah konflik susulan,” pungkas Yohanes.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *