Tim SAR Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang di Sekitar Anak Krakatau

RBN || Pandeglang

Kantor SAR Banten terus memaksimalkan upaya pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Untuk membantu pencarian, tim SAR menyiapkan dua drone termal atau pesawat nirawak yang dilengkapi teknologi pendeteksi panas. Perangkat tersebut akan digunakan untuk menyisir wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau dari udara.

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, mengatakan operasi pencarian akan kembali dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan. Tim gabungan telah menyiapkan sejumlah armada dan personel untuk melanjutkan penyisiran.

“Kami siap melaksanakan pencarian kembali pada Rabu pukul 07.00 WIB,” ujar Rizky dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa (8/9/2026) malam.

Menurut Rizky, pencarian menggunakan helikopter maupun pesawat belum dapat dilakukan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar. Kondisi tersebut membuat operasi pencarian melalui udara menggunakan pesawat berawak belum memungkinkan.

Sebagai langkah alternatif, tim akan memanfaatkan dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka. Drone tersebut nantinya diterbangkan untuk membantu menyisir kawasan Gunung Anak Krakatau dari udara sekaligus mencari kemungkinan keberadaan rombongan yang hilang kontak.

“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ungkap Rizky.

Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah armada, yakni dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung.

Selain menyisir wilayah perairan dan sekitar Gunung Anak Krakatau, tim juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang ditumpangi rombongan tersebut telah bersandar di lokasi lain.

Kemungkinan kapal berlindung atau bersandar di pulau-pulau kecil maupun dermaga yang tidak terpantau juga menjadi perhatian dalam operasi pencarian.

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujar dia.

Dengan kondisi abu vulkanik yang masih menghambat penggunaan pesawat berawak, drone termal diharapkan dapat menjadi salah satu alat penting untuk memperluas jangkauan pencarian pada operasi berikutnya.

Sumber: Inilah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *