Bappisus dan 20 PTN Bahas MBG hingga Pembiayaan Pendidikan Tinggi

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Jakarta

Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar diskusi kebangsaan yang diikuti perwakilan dari 20 perguruan tinggi negeri. Pertemuan tersebut membahas lima isu strategis sebagai upaya mendukung program pemerintah, mulai dari sektor kesehatan hingga pembiayaan pendidikan tinggi.

Ketua MRPTNI, Eduart Wolok, mengatakan diskusi yang berlangsung hampir lima jam itu merupakan tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan yang sebelumnya dibuka Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri sekitar 2.600 akademisi.

“Hari ini kami melakukan diskusi intens hampir 5 jam dengan Kepala Bappisus, ada 5 isu strategis yang kita sebutkan dalam diskusi Chapter 1 ini. Diskusi kebangsaan ini tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan yang kemarin dibuka Pak Presiden dihadiri kurang lebih 2.600 akademisi,” ujar Eduart.

Menurut Eduart, lima isu yang dibahas difokuskan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap berbagai program pemerintah. Isu tersebut meliputi pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan dokter, dokter spesialis, dan subspesialis, ketahanan pangan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, diskusi juga membahas tata kelola perguruan tinggi negeri sebagai penerima manfaat dari optimalisasi sumber daya alam Indonesia, kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan, serta penguatan riset mengenai rute peradaban Nusantara.

“Yang pertama adalah terkait dengan kesehatan, termasuk pola pendidikan kesehatan di dalamnya, khususnya juga program pendidikan dokter, termasuk pendidikan dokter spesialis dan program pendidikan dokter subspesialis. Kemudian juga terkait dengan ketahanan pangan dan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari sisi kontributifnya,” jelas Eduart.

Ia menilai diskusi berlangsung secara terbuka, cair, dan konstruktif. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas perguruan tinggi negeri sekaligus merespons berbagai persoalan bangsa melalui kontribusi akademik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mengatakan seluruh rektor yang hadir menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya perguruan tinggi mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Aris meminta perguruan tinggi menanamkan lima kecerdasan kepada mahasiswa, yakni intelligence quotient (IQ), spiritual quotient (SQ), emotional quotient (EQ), creativity quotient (CQ), dan adversity quotient (AQ).

“Spiritual quotient, setiap lulusan harus punya hati yang baik, hati yang bersih. Ya toh? Tidak boleh ya toh saling curiga, saling menikung, saling mengintimidasi,” ujar Aris.

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas sesuai bidang keilmuan masing-masing serta kemampuan menghadapi tekanan dan persaingan global. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain, bukan hanya berkompetisi di dalam negeri.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *