RBN || Jakarta
Petarung Inggris Alfie Davis mengalami momen yang tak akan pernah ia lupakan dalam perebutan gelar kelas ringan Professional Fighter League (PFL). Setelah kalah lewat submission dari Usman Nurmagomedov, Davis sempat kehilangan kesadaran beberapa detik dan ketika terbangun, wajah pertama yang ia lihat adalah Khabib Nurmagomedov dan Islam Makhachev.
Davis tumbang akibat cekikan mematikan Usman dalam duel perebutan sabuk juara. Ia mengaku sempat mendengar sudut timnya memberi semangat di detik-detik akhir sebelum akhirnya semuanya gelap.
“Saya mendengar tim saya berkata, ‘30 detik lagi’. Saya pikir bisa bertahan dan dia tidak akan mampu mengunci saya,” ujar Davis seperti dikutip dari MMA Fighting. “Hal berikutnya yang saya tahu, saya bangun dan Khabib ada tepat di depan wajah saya.”
Menurut Davis, pengalaman tak sadarkan diri akibat cekikan adalah sensasi yang membingungkan. “Itu perasaan yang aneh. Saya bangun seperti bergumam, ‘Di mana saya?’ lalu perlahan menyadari apa yang terjadi,” katanya.
Sebelum laga, Davis sempat menyatakan ambisi besarnya: menantang Khabib jika berhasil menaklukkan Usman. Kepercayaan dirinya muncul setelah ia mengalahkan Gadzhi Rabadanov, nama lain dari kubu Dagestan. Namun kekalahan kali ini memupus rencana tersebut.
Meski begitu, Davis menunjukkan sikap sportif. Ia memberikan penghormatan tinggi kepada Usman serta timnya yang dipimpin Khabib dan diperkuat Makhachev.
“Dia (Usman) sangat layak dihormati. Mereka semua layak dihormati,” ucap Davis. Ia bahkan mengapresiasi komentar santai Makhachev seusai laga. “Islam berkata, ‘Hei saudaraku, sekarang 1-1’. Itu menyenangkan.”
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Davis. Di arena yang dipenuhi para juara dari Dagestan, ia merasakan langsung kualitas elite yang selama ini mendominasi divisi ringan. Meski ambisinya tertunda, pengalaman tersebut bisa menjadi titik balik kebangkitan kariernya di masa depan.
Sumber: CNN Indonesia











