Banjir Melanda Asia Tenggara, Lebih dari 300 Orang Tewas di Indonesia, Thailand, dan Malaysia

  • Share
banjir besar yang melanda Indonesia, Thailand, dan Malaysia
banjir besar yang melanda Indonesia, Thailand, dan Malaysia

RBN || Jakarta

Lebih dari 300 orang dilaporkan tewas akibat banjir besar yang melanda Indonesia, Thailand, dan Malaysia selama beberapa hari terakhir. Curah hujan ekstrem pada musim monsun yang diperparah sistem badai tropis telah menenggelamkan permukiman, memutus akses transportasi, dan membuat ribuan warga bertahan di atap rumah menunggu penyelamatan.

Indonesia: Sumatra Terparah, 174 Tewas dan Puluhan Hilang

Di Indonesia, Provinsi Sumatra Barat dan Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 174 orang meninggal dunia dan hampir 80 lainnya masih hilang akibat banjir dan longsor.

BNPB memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan bertambah karena banyak wilayah masih terisolasi.

“Ada lokasi yang belum dapat dijangkau dan diduga terdapat korban di wilayah tersebut,” ujar Kepala BNPB, Suharyanto.

Di Sumatra Utara, polisi menyebut akses dan jaringan komunikasi masih terputus. Helikopter belum dapat dikerahkan karena cuaca buruk. Di Aceh, air yang mulai surut meninggalkan kendaraan yang terjebak lumpur hingga setinggi kaca jendela.

Misniati, warga Sumatra Barat berusia 53 tahun, menggambarkan situasi mencekam saat banjir datang tiba-tiba.

“Saat pulang dari salat subuh, jalan sudah terendam. Air sampai dada ketika saya sampai rumah,” ujar Misniati.

Thailand: Rumah Sakit Kehabisan Ruang Jenazah

Thailand selatan juga mengalami bencana besar dengan sedikitnya 145 korban jiwa, terutama di Provinsi Songkhla. Di Kota Hat Yai, banyak warga terjebak di atap rumah sebelum dievakuasi dengan perahu.

Rumah Sakit Songklanagarind bahkan harus mendatangkan truk pendingin tambahan karena kamar jenazah penuh.

“Kapasitas sudah tidak mencukupi, kami membutuhkan lebih banyak tempat,” kata seorang petugas rumah sakit.

Selain korban jiwa, sejumlah toko dilaporkan dijarah oleh warga yang terdesak kebutuhan, termasuk toko bahan makanan yang mengalami kerugian ratusan ribu dolar.

Dua pejabat daerah telah diskors karena diduga gagal menangani respons darurat banjir.

Malaysia: Dua Orang Tewas di Perlis

Di Malaysia, dua warga meninggal dunia akibat banjir yang merendam sebagian besar wilayah negara bagian Perlis. Hujan deras yang terus turun membuat wilayah ini tertutup air.

Para ahli menyebut bencana ini mencerminkan dampak nyata perubahan iklim.

“Kejadian cuaca ekstrem akan terus memburuk seiring naiknya suhu,” ujar Renard Siew, penasihat perubahan iklim di Malaysia.

Musim monsun yang biasanya berlangsung Juni–September kini semakin tak terprediksi, dengan curah hujan lebih intens, banjir bandang, dan angin yang lebih kuat. Lautan yang menghangat ikut memperkuat sistem badai tropis yang memicu bencana.

Dengan cuaca ekstrem yang masih diprediksi berlanjut, otoritas di tiga negara meminta warga tetap waspada dan mengikuti peringatan resmi untuk mengurangi risiko korban jiwa lebih lanjut.

Sumber: AFP

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *