RBN || Hong Kong
Jumlah korban tewas akibat kebakaran besar grade five di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, kembali bertambah menjadi 44 orang pada Kamis pagi. Informasi tersebut disampaikan Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong setelah tim penyelamat bekerja sepanjang malam mengevakuasi penghuni gedung.
Operasi penyelamatan masih terus berlangsung. Dari delapan menara hunian, satu gedung tidak terdampak, empat sudah berada dalam kendali petugas, sementara tiga lainnya masih ditangani secara intensif. Petugas pemadam melakukan penyisiran dari lantai bawah ke lantai atas sambil memadamkan api di lantai lima hingga delapan belas. Sejak laporan sebelumnya, ditemukan 72 korban tambahan termasuk korban selamat.
Secara keseluruhan, lebih dari seratus orang telah mendapat penanganan medis. Sebanyak 29 korban masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi tujuh kritis, tiga belas serius, dan delapan stabil. Empat orang diperbolehkan pulang. Cedera yang dialami umumnya berupa gangguan pernapasan akibat asap, luka bakar, dan keracunan karbon monoksida. Fasilitas hyperbaric oxygen unit serta pusat perawatan luka bakar telah disiagakan untuk menangani pasien berat. Selain itu, tujuh petugas pemadam juga terluka dan satu di antaranya gugur saat bertugas.
Penyelidikan awal menunjukkan adanya bahan bangunan di area konstruksi yang tidak sesuai standar keselamatan kebakaran. Beberapa bahan seperti jaring pelindung luar gedung, terpal tahan air, plastik penutup, dan busa yang menutup ventilasi diduga mempercepat penyebaran api karena mudah terbakar. Temuan tersebut menjadi dasar dimulainya penyelidikan kriminal.
Tiga pejabat perusahaan konstruksi terdiri dari dua direktur dan satu konsultan teknik berusia 52 hingga 68 tahun telah ditangkap karena diduga lalai hingga mengakibatkan kematian. Pemerintah Hong Kong melalui pernyataan Kepala Eksekutif John Lee memastikan dukungan penuh terhadap operasi penyelamatan. Delapan tempat penampungan sementara telah dibuka untuk warga terdampak dan satuan tugas investigasi khusus dibentuk untuk mendalami penyebab kebakaran sebelum diserahkan kepada Pengadilan Koroner.
Serangkaian pembaruan pemerintah sepanjang dini hari mencakup prioritas pemadaman dan penyelamatan korban, pembukaan lokasi pengungsian, serta penangkapan pihak yang bertanggung jawab. Tragedi ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir.











