Korea Utara Tembakkan Sejumlah Rudal ke Laut, Ketegangan dengan AS Kembali Memanas
RBN || Seoul
Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Pyongyang meluncurkan sejumlah rudal ke arah laut. Aksi militer tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026), beberapa jam setelah Korea Utara menolak melanjutkan dialog dengan Washington.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan melaporkan bahwa rudal diluncurkan dari wilayah Sondok, Provinsi Hamgyong Selatan. Rudal tersebut mengarah ke Laut Timur, sementara jenis dan kemampuan persenjataannya masih dianalisis bersama Amerika Serikat.
Peluncuran ini terjadi di tengah perselisihan mengenai tuduhan keterlibatan peretas Korea Utara dalam pembobolan bursa aset kripto Binance. Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) sebelumnya mengaitkan kelompok peretas Korea Utara dengan pencurian aset digital tersebut.
Pyongyang membantah tuduhan itu dan menilainya sebagai bagian dari tekanan politik Washington terhadap pemerintah Korea Utara. Bantahan tersebut disampaikan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang juga menjabat sebagai pejabat senior negara.
Kim Yo Jong menyebut tuduhan FBI sebagai “kelanjutan dari kebijakan Washington yang terus-menerus bersikap bermusuhan terhadap Pyongyang”. Ia menegaskan Korea Utara tidak melihat perlunya melanjutkan dialog selama Amerika Serikat mempertahankan kebijakan tersebut.
Sejumlah pengamat menilai peluncuran rudal dapat menjadi upaya Pyongyang meningkatkan tekanan terhadap Washington. Langkah itu diduga berkaitan dengan keinginan Korea Utara memperoleh perubahan kebijakan sebelum hubungan diplomatik kembali diperbaiki.
Situasi tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai peluang pertemuan kembali antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un. Hubungan kedua pemimpin sebelumnya mengalami kebuntuan akibat perbedaan sikap mengenai program nuklir Korea Utara.
Menanggapi aktivitas militer terbaru Pyongyang, Korea Selatan menyatakan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan provokasi berikutnya. Seoul juga terus berkoordinasi dengan Washington untuk memantau perkembangan keamanan di Semenanjung Korea.
Peluncuran rudal ini kembali memperlihatkan rapuhnya hubungan diplomatik kedua negara di tengah perselisihan keamanan dan tuduhan kejahatan siber. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan dialog antara Washington dan Pyongyang dapat dilanjutkan.
Sumber: Liputan6


