Murid Perbatasan Jayapura Tetap Ikuti TKA 2026
RBN || Jayapura, Papua
Keterbatasan akses tidak menghalangi murid SMK Negeri 7 Agribisnis dan Agroteknologi Jayapura mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Berada di Skow Mabo, Distrik Muara Tami, wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, sekolah menyiapkan pendampingan khusus agar peserta dapat mengikuti ujian secara optimal.
Sebagian murid harus menempuh perjalanan beberapa kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan sekolah untuk menyediakan tempat menginap selama empat hari tiga malam menjelang pelaksanaan TKA.
Selama berada di sekolah, murid mengikuti pengayaan materi, simulasi ujian, gladi bersih, serta pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan melalui kerja sama dengan puskesmas, termasuk pemeriksaan malaria, HIV, sifilis, hemoglobin, tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta tes buta warna.
Kepala SMK Negeri 7 Agribisnis dan Agroteknologi Jayapura Gerda Wali mengatakan, program menginap telah menjadi tradisi sekolah dan dilaksanakan dengan persetujuan orang tua. Menurutnya, kesiapan mengikuti TKA perlu ditunjang kondisi fisik dan kesehatan yang baik.
Petugas Proktor TKA Nopri Astor Bunga menambahkan, pengayaan dan simulasi diberikan agar murid lebih siap secara akademik, mental, maupun teknis. Sekolah berharap dukungan tersebut membantu peserta mengikuti ujian dengan fokus.
Langkah sekolah mendapat apresiasi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Junus Simangunsong. Ia menilai upaya tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam memastikan murid di wilayah dengan tantangan geografis tetap memperoleh kesempatan mengikuti TKA.
Bagi murid, persiapan tersebut memberikan rasa percaya diri saat menghadapi ujian. Tabita Mallo mengaku lega setelah menyelesaikan TKA selama tiga hari dan berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


