100 Hotspot Terdeteksi, Karhutla Masih Dipantau Pemerintah
RBN || Jakarta
Pemantauan Kementerian Kehutanan mencatat 100 titik hotspot high confidence secara nasional hingga Minggu (1/11/2026) pukul 21.00 WIB. Angka tersebut naik tipis dari 96 titik sehari sebelumnya, dengan peningkatan di enam provinsi prioritas dari 19 menjadi 34 titik.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 19 titik, disusul Jambi 10 titik dan Kalimantan Barat lima titik. Sementara Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Riau tidak mencatat hotspot high confidence.
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot bukan berarti jumlah kebakaran atau luas lahan terbakar. Indikasi anomali suhu permukaan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 tetap harus diverifikasi melalui patroli serta groundcheck.
Di Kalimantan Tengah, Manggala Agni masih melakukan pemadaman di Pulang Pisau dan Palangka Raya. Sejumlah lokasi lahan gambut masih menyisakan asap dan bara, sedangkan kebakaran di Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, telah dinyatakan padam.
Penanganan juga berlangsung di Kalimantan Barat, khususnya Desa Air Hitam Besar, Ketapang. Sementara di Jambi, kebakaran di Desa Kilangan, Batang Hari, dan Desa Sepunggur, Bungo telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama lintas unsur.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut memantau penanganan di Kalimantan Tengah. Ia meninjau sekat bakar di Barito Utara yang dibangun untuk menghambat penjalaran api sekaligus melindungi habitat orangutan.
Selain pemadaman, pengamanan kawasan dan penegakan hukum diperkuat. Temuan tumpukan kayu yang diduga berasal dari aktivitas ilegal, dua truk bermuatan kayu, serta alat berat diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kementerian Kehutanan menegaskan pengendalian karhutla tidak cukup diukur dari jumlah hotspot. Api dan bara harus dipastikan padam, kawasan dilindungi, serta setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti sesuai hukum.


