Driver Ojol di Sukabumi Diduga Ditembak Orang Tak Dikenal, Polisi Lakukan Penyelidikan
RBN || Sukabumi
Seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial Z diduga menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) di dekat Stasiun Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (25/10/2026) dini hari. Korban ditemukan terkapar dengan luka yang diduga akibat tembakan di bagian belakang kepala atau tengkuk. Kepolisian kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.57 WIB ketika korban berada seorang diri di titik kumpul pengemudi ojol, tepatnya di sekitar Toko Tiga Roda, kawasan bawah Dago. Korban kemudian ditemukan oleh seorang pengemudi ojol lain berinisial I yang baru kembali setelah menyelesaikan pesanan penumpang.
Saat tiba di lokasi, I mendapati korban sudah terkapar dalam kondisi berlumuran darah. Luka yang dialami korban diduga berasal dari tembakan di bagian belakang kepala atau tengkuk. Mengetahui kondisi tersebut, korban segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin SH untuk memperoleh penanganan medis.
Korban dilaporkan menjalani operasi untuk menangani luka tembak yang dideritanya. Sementara itu, pihak kepolisian mulai melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi di lokasi kejadian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi Kota, AKP Hartono, membenarkan adanya peristiwa yang menimpa pengemudi ojol tersebut. Ia menyatakan bahwa penyidik masih memprioritaskan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) untuk memperoleh petunjuk yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
“Kita maksimalkan dulu olah TKP. Korban ojol dan terduga dua orang masih dalam penyelidikan, yang jelas bukan geng motor. Ini analisa awal sudah direncanakan,” kata Hartono kepada detikJabar.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, terdapat dua orang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut dan masih dalam proses penyelidikan. Namun, identitas maupun peran masing-masing orang tersebut belum diungkapkan secara terperinci. Polisi juga belum menyampaikan secara resmi motif yang melatarbelakangi dugaan penembakan terhadap korban.
Penyidik masih berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menyusun kronologi kejadian secara lebih lengkap. Pemeriksaan TKP menjadi salah satu langkah penting untuk mencari petunjuk mengenai bagaimana peristiwa tersebut berlangsung, termasuk kemungkinan adanya informasi yang dapat membantu mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Hartono juga menyampaikan bahwa berdasarkan analisis awal, peristiwa tersebut diduga bukan berkaitan dengan aksi geng motor. Meski demikian, dugaan bahwa kejadian telah direncanakan masih perlu didalami melalui proses penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di sekitar titik kumpul pengemudi ojol yang digunakan untuk menunggu pesanan. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan pengemudi yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari, terutama ketika berada sendirian di lokasi tertentu.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, polisi masih memburu pihak yang diduga terlibat dan mendalami motif penembakan. Sementara itu, korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Syamsudin SH. Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi korban dan hasil penyelidikan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Sumber: detikNews


