Data Terbaru Banjir Nepal, 6.150 Orang Hilang dan 1.403 Jenazah Ditemukan
RBN || Kathmandu
Otoritas penanggulangan bencana Nepal memperbarui data korban banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah pada 26 Agustus 2026. Hingga Rabu (16/9/2026), jumlah orang yang dinyatakan hilang mencapai 6.150 orang.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 5.179 orang hilang. Pemerintah Nepal melakukan pembaruan setelah mengumpulkan dan memverifikasi laporan dari kantor-kantor distrik di wilayah yang terdampak bencana.
Juru bicara otoritas bencana Nepal, Shanti Mahat, mengatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan data korban yang dihimpun dari berbagai daerah.
“Kami telah mengumpulkan data orang hilang dari kantor-kantor distrik dan memperbarui jumlahnya setelah proses verifikasi,” kata Shanti Mahat.
Selain korban hilang, otoritas Nepal mencatat sebanyak 1.403 jenazah telah ditemukan dalam bencana tersebut. Namun, proses identifikasi masih berlangsung karena baru 105 jenazah yang berhasil diketahui identitasnya.
Banjir besar tersebut juga berdampak terhadap warga negara asing. Beberapa ratus orang asing, termasuk wisatawan dan peziarah, tercatat masuk dalam daftar orang yang masih belum ditemukan.
Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di China. Berdasarkan laporan media pemerintah China, sebanyak 43 orang meninggal dunia dan 519 lainnya masih dinyatakan hilang.
Besarnya banjir yang melanda kawasan tersebut disebut belum pernah disaksikan sebelumnya oleh sejumlah warga. Pemerintah Nepal juga menyoroti perubahan kondisi iklim dan kenaikan suhu global yang berdampak terhadap kawasan Pegunungan Himalaya sebagai salah satu faktor yang memperburuk risiko bencana.
Pembaruan data korban menunjukkan besarnya dampak banjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Tim terkait masih melakukan pencarian serta pendataan terhadap warga yang belum diketahui keberadaannya.
Sumber: Liputan6


