Jelang Hari Raya Yahudi, Israel Gelar Latihan Perang di 7 Front

RBN || Tel Aviv

Militer Israel menggelar latihan mendadak bertajuk “Dawn 2.0” pada Minggu (6/9/2026). Latihan tersebut digelar untuk menguji kesiapan militer menghadapi kemungkinan serangan besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung secara bersamaan di sejumlah wilayah.

Latihan dilaksanakan atas arahan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir. Sejumlah unsur militer dikerahkan, mulai dari komando utama, pasukan siaga hingga personel cadangan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam latihan tersebut adalah Eilat dan kawasan Wadi Arava, yang berada di dekat perbatasan Yordania.

Latihan digelar menjelang periode hari raya besar Yahudi. Dalam simulasi tersebut, militer Israel menguji kemampuan pasukan menghadapi berbagai bentuk serangan dan infiltrasi yang dapat dilakukan melalui jalur darat, laut maupun udara.

Berbeda dengan latihan militer yang umumnya berfokus pada satu skenario atau medan pertempuran, “Dawn 2.0” dirancang untuk menghadirkan berbagai ancaman secara bersamaan.

Militer Israel bahkan menyimulasikan situasi pertempuran di tujuh front dengan karakteristik dan kondisi yang berbeda. Para komandan dituntut mengambil keputusan dengan cepat ketika situasi berubah tanpa memberikan banyak waktu untuk melakukan persiapan.

Dalam latihan tersebut, sejumlah skenario disiapkan untuk menguji respons militer Israel. Simulasi antara lain mencakup infiltrasi ke sejumlah kota di wilayah Israel utara dan Tepi Barat, serangan di sekitar pagar perbatasan, hingga serangan roket yang menyasar lokasi-lokasi strategis.

Pertempuran di kawasan sekitar Gaza juga menjadi bagian dari skenario yang diuji.

Tak hanya menguji kemampuan menghadapi serangan langsung, latihan ini juga dirancang untuk melihat ketangguhan sistem komando ketika menghadapi kondisi yang tidak ideal.

Sejumlah sistem pendukung sengaja dinonaktifkan selama latihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana para komandan dan unit militer membuat keputusan ketika tidak semua perangkat dan sistem pendukung dapat digunakan.

Melalui “Dawn 2.0”, militer Israel berupaya mengukur kemampuan pasukannya menghadapi situasi darurat dengan ancaman yang muncul secara serentak dari berbagai arah.

Sumber: Tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *