Pemimpin New Mexico Tolak Wacana Trump Ganti Nama Menjadi New America

RBN || New Mexico

Usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi “New America” menuai penolakan dari sejumlah tokoh politik setempat.

Gagasan tersebut muncul setelah Trump mengunggah sejumlah gambar di platform Truth Social sepanjang akhir pekan hingga Senin (7/9/2026). Dalam unggahan itu, New Mexico ditampilkan dengan nama baru, yakni “New America”.

Salah satu gambar yang dibagikan Trump merupakan ilustrasi hasil kecerdasan buatan (AI). Gambar tersebut memperlihatkan Trump seolah-olah sedang memasang papan bertuliskan “New America” di atas papan nama “Welcome to New Mexico”.

Usulan itu langsung mendapat respons dari Gubernur New Mexico dari Partai Demokrat, Michelle Lujan Grisham. Ia menilai tidak ada alasan untuk memperdebatkan nama New Mexico karena nama tersebut telah memiliki sejarah panjang, bahkan sebelum Amerika Serikat berdiri.

“Ketika Gedung Putih membuang waktu dengan mencoret-coret peta, Nuevo Mexico justru sibuk menjalankan tugasnya,” tulis Lujan Grisham di X, menggunakan penyebutan nama New Mexico dalam bahasa Spanyol.

Penolakan juga datang dari calon gubernur New Mexico dari Partai Demokrat, Deb Haaland. Lawannya dari Partai Republik, Gregg Hull, turut menentang gagasan tersebut dan menegaskan bahwa identitas negara bagian bukan sesuatu yang bisa diubah begitu saja.

Menurut Hull, identitas New Mexico “tidak untuk dinegosiasikan.”

Sejumlah anggota Kongres AS dari New Mexico juga ikut mengecam unggahan Trump. Mereka di antaranya Senator Demokrat Martin Heinrich, Senator Ben Ray Lujan, serta anggota DPR AS Melanie Stansbury.

Stansbury menegaskan bahwa nama New Mexico memiliki keterikatan kuat dengan sejarah dan masyarakat yang tinggal di negara bagian tersebut.

“Nama negara bagian kami membawa sejarah, budaya, dan keluarga dari berbagai generasi – dan nama itu adalah milik kami. Kami adalah warga New Mexico. Titik,” kata Stansbury di X.

Terlepas dari usulan yang disampaikan Trump melalui media sosial, Presiden AS tidak memiliki kewenangan untuk mengubah nama sebuah negara bagian secara sepihak.

Nama New Mexico tercantum dalam konstitusi negara bagian. Karena itu, perubahan nama harus melalui proses amendemen konstitusi yang kemudian mendapatkan persetujuan dari para pemilih.

Dengan demikian, unggahan Trump mengenai “New America” sejauh ini lebih merupakan gagasan yang disampaikan melalui media sosial, bukan keputusan resmi untuk mengganti nama New Mexico.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *