Kementan Siapkan Strategi Swasembada Pangan dan Kurangi Ketergantungan Impor

RBN || Jakarta

Kementerian Pertanian menyiapkan strategi baru untuk mempertahankan swasembada pangan sekaligus memperkuat komoditas yang masih bergantung pada impor.

Komisi IV DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementan 2027 sebesar Rp28,02 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp16,6 triliun diarahkan untuk sejumlah program prioritas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap. Pemerintah memilih menyelesaikan komoditas prioritas satu per satu agar dukungan anggaran memberikan hasil maksimal.

Delapan komoditas strategis telah mencapai swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Produksi delapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton. Sementara kebutuhan nasional diperkirakan sebesar 68,22 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Capaian tersebut akan dipertahankan sambil memperkuat komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Salah satunya adalah bawang putih yang produksi dalam negerinya masih perlu ditingkatkan.

Padi memperoleh alokasi terbesar, yakni sekitar Rp9,6 triliun. Anggaran tersebut diarahkan meningkatkan produktivitas hingga 10–12 ton per hektare.

Sementara Rp1,9 triliun dialokasikan untuk jagung, kedelai, dan ubi kayu. Penguatan diarahkan meningkatkan produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar negeri.

Hortikultura mendapat perhatian lebih besar dengan anggaran sekitar Rp2 triliun. Program tersebut mencakup bawang putih, cabai, bawang merah, serta Pekarangan Pangan Bergizi.

Untuk bawang putih, pemerintah menargetkan produksi mencapai 40,63 ribu ton pada 2027. Kementan juga menyiapkan solusi pascapanen untuk menjaga harga ketika produksi meningkat.

Selain pangan, sekitar Rp2,3 triliun disiapkan untuk hilirisasi perkebunan. Komoditasnya meliputi kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.

Hilirisasi peternakan juga memperoleh sekitar Rp798 miliar. Program tersebut mencakup pengembangan daging sapi, kerbau, telur, dan susu.

Kementan turut mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun untuk mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis dan mendukung mekanisasi pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *