BYD Siapkan Mobil Listrik Murah, Harga Diprediksi Rp200 Jutaan
RBN || Jakarta
BYD dikabarkan tengah mengembangkan mobil listrik mungil terbaru untuk pasar global. Model tersebut akan ditempatkan di bawah BYD Atto 1 dan mengadopsi sejumlah teknologi dari BYD Racco, kendaraan listrik yang dikembangkan untuk memenuhi regulasi kei-car di Jepang.
Mengutip laporan Nikkei Asia, Rabu (2/9/2026), mobil listrik baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk pasar Jepang. BYD disebut berencana memasarkannya di sejumlah negara internasional dengan mengandalkan teknologi baterai dan sistem elektronik terintegrasi yang disebut X-Pack.
Jika nantinya dipasarkan di Australia, kendaraan listrik ini diperkirakan memiliki harga di bawah 20.000 dolar Australia atau sekitar Rp200 jutaan sebelum biaya jalan. Harga tersebut berpotensi menjadikannya salah satu mobil listrik baru paling murah di Negeri Kanguru, sekaligus bersaing dengan Kia Picanto di segmen mobil berharga terjangkau.
Teknologi mobil baru tersebut memiliki kaitan erat dengan BYD Racco. Mobil listrik mungil itu dirancang mengikuti aturan kei-car Jepang yang menetapkan batas dimensi dan tenaga kendaraan.
Regulasi tersebut membatasi panjang kendaraan maksimal 3.400 mm, lebar 1.480 mm, tinggi 2.000 mm, serta tenaga maksimal 47 kW. Kendaraan yang memenuhi persyaratan tersebut berhak mendapatkan sejumlah keuntungan pajak di Jepang.
Pengembangan Racco juga menjadi langkah penting bagi BYD karena perusahaan asal China tersebut tercatat sebagai merek non-Jepang pertama yang mengembangkan kendaraan khusus untuk kategori kei-car.
Untuk menyesuaikan dimensi kendaraan yang kompak, BYD mengintegrasikan inverter dan sejumlah komponen kelistrikan utama ke dalam paket baterai yang ditempatkan di bagian bawah lantai kendaraan.
Sistem baterai X-Pack yang menjadi bagian dari teknologi tersebut tersedia dalam dua pilihan kapasitas, yakni 22,4 kWh dan 35,6 kWh.
Dengan kapasitas tersebut, mobil mampu menawarkan jarak tempuh sekitar 210 km hingga 320 km, tergantung varian baterai yang digunakan.
Jika rencana ekspansi ke pasar global benar-benar terealisasi, mobil listrik mungil ini berpotensi memperluas pilihan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau. Kehadirannya juga dapat memperkuat strategi BYD dalam menjangkau konsumen di luar segmen mobil listrik berukuran lebih besar.
Sumber: Berita Satu
