Wayang Topeng Malangan Hadir di Jakarta Lewat Pameran Budaya

RBN || Jakarta

Kisah para penjaga tradisi Wayang Topeng Malangan akan dibawa ke Jakarta melalui pameran antropologi dan fotografi. Pameran bertajuk Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish digelar mulai 3 September 2026 di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta.

Pameran tersebut menghadirkan hasil riset visual yang merekam kehidupan 12 komunitas di Malang, Jawa Timur. Komunitas tersebut selama ini berperan menjaga keberlangsungan tradisi Wayang Topeng Malangan secara turun-temurun.

Dokumentasi yang ditampilkan tidak hanya berupa foto. Pengunjung juga dapat melihat berbagai materi etnografis yang menggambarkan sejarah, ritual, serta kehidupan para pelaku tradisi.

Proses pendokumentasian dilakukan melalui kerja lapangan selama beberapa bulan. Peneliti dan fotografer berinteraksi langsung dengan komunitas serta sanggar untuk memahami tradisi dari sudut pandang masyarakat pemiliknya.

Sebelum hadir di Jakarta, karya tersebut dikembalikan kepada komunitas asalnya melalui kegiatan di Sanggar Asmorobangun, Pakisaji, Malang, pada 23 Agustus 2026. Masyarakat setempat bahkan menggelar pameran secara mandiri di lingkungan mereka.

Fotografer juga menyerahkan buku buatan tangan kepada para maestro dan pemimpin 12 komunitas. Buku tersebut memuat catatan mengenai sejarah, ritual, dan kesaksian masyarakat yang menjadi bagian dari riset.

Wayang Topeng Malangan memiliki hubungan dengan siklus cerita Panji yang telah masuk dalam program Memory of the World UNESCO. Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan seni pertunjukan dan ekspresi ritual Indonesia.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Sri Kusumawati mengatakan pameran ini mempertemukan seni, sejarah, dan ingatan masyarakat. Menurutnya, dokumentasi tersebut dapat memperluas pengenalan terhadap para maestro sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pelestarian budaya.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah lembaga Indonesia, Spanyol, dan institusi akademik. Kerja sama tersebut mencerminkan upaya bersama dalam menjaga warisan budaya takbenda dan keberagaman budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *