RBN || Banyuwangi
Ratusan pendidik dari berbagai jenjang pendidikan memadati Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, dalam ajang Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII yang berlangsung pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi ruang kolaborasi bagi guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pegiat komunitas pendidikan untuk memperkuat kapasitas menghadapi transformasi dunia pendidikan.
TPN XII merupakan hasil kolaborasi Yayasan Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di 46 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Membuka acara tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, guru perlu terus beradaptasi dan berani mengubah pola pikir agar mampu menciptakan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi,” ujar Ipuk di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/7/2026).
Ipuk mengatakan, perubahan dalam dunia pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan metode pembelajaran konvensional. Para pendidik dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat kolaborasi demi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif bagi peserta didik.
Ia juga mengingatkan agar Temu Pendidik Nusantara XII tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana refleksi dan pengembangan diri bagi para guru.
Menurutnya, setiap pendidik perlu menjadikan forum tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masing-masing, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus membangun ekosistem belajar yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada kebutuhan siswa di era digital.
Sumber: Berita Jatim











