RBN || Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai penguatan ekonomi nasional melalui kegiatan olahraga berbasis komunitas dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan kerja. Menurutnya, pendekatan yang memadukan gaya hidup sehat dan partisipasi publik mampu menggerakkan berbagai subsektor industri kreatif.
Riefky menjelaskan bahwa perkembangan olahraga berbasis komunitas tidak hanya mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha. Berbagai sektor seperti fesyen olahraga, penyelenggaraan acara, fotografi, media, hiburan, hingga kuliner memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat.
Ia menilai model pengembangan tersebut perlu diterapkan di berbagai daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, kolaborasi melalui pendekatan heksaheliks yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun industri olahraga yang berdaya saing.
Riefky menambahkan, sinergi tersebut akan menjadikan kegiatan olahraga tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempromosikan produk kreatif lokal serta menggerakkan perekonomian nasional.
Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Garuda Finishers, kegiatan lari sejauh lima kilometer yang digelar di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) Jakarta pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 600 pelari dari 48 komunitas lari di berbagai daerah tersebut juga dimeriahkan dengan panggung hiburan, kuliner, dan berbagai aktivitas yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif.
Garuda Finishers merupakan komunitas lari yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pemerintah berharap kolaborasi antara olahraga dan ekonomi kreatif melalui komunitas tersebut mampu memperkuat ekosistem sport economy sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif di berbagai daerah.
Sumber: Antara News











