Sindikat Pencurian Modul BTS Rugikan Operator Rp60 Miliar, Ribuan Pelanggan Kehilangan Sinyal

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Jakarta

Satuan Reserse Mobil (Satresmob) Bareskrim Polri mengungkap sindikat pencurian modul base transceiver station (BTS) yang menyebabkan gangguan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Aksi para pelaku tidak hanya merugikan perusahaan penyedia layanan seluler, tetapi juga mengakibatkan ribuan pelanggan kehilangan akses sinyal.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi mengatakan kerugian materiil akibat aksi sindikat tersebut diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

“Akibat ulah komplotan ini, kerugian materiil yang dialami pihak operator telekomunikasi diperkirakan menembus Rp60 miliar,” ujar Arsya dalam keterangannya.

Selain kerugian materiil, masyarakat juga mengalami dampak besar akibat terputusnya layanan komunikasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari maupun kegiatan bisnis.

“Kerugian immaterial yang jauh lebih besar juga dirasakan masyarakat akibat terputusnya akses komunikasi yang mengganggu aktivitas bisnis dan harian,” katanya.

Kasus ini terungkap setelah perusahaan penyedia jaringan seluler dan internet berulang kali kehilangan perangkat modul BTS, kemudian melaporkannya kepada kepolisian. Melalui analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) dan pelacakan di lapangan, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyamar sebagai teknisi resmi dan menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam. Mereka diketahui memiliki kemampuan teknis karena pernah bekerja di bidang jaringan telekomunikasi serta diduga berkomplot dengan oknum pegawai yang masih aktif.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita 38 unit modul BTS berbagai tipe, sejumlah telepon genggam, identitas para pelaku, serta kendaraan operasional yang digunakan dalam aksi pencurian. Polisi masih terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *