30 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Jakbar Masih Belum Padam

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Jakarta

Kebakaran hebat yang melanda pabrik plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, masih terus ditangani petugas pemadam kebakaran hingga Selasa malam (19/5/2026). Meski sudah berlangsung lebih dari 30 jam sejak api pertama kali muncul pada Senin siang, proses pemadaman belum sepenuhnya selesai dan kini masih memasuki tahap pendinginan.

Peristiwa kebakaran terjadi di sebuah bangunan pabrik yang berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 14.31 WIB dari area gudang penyimpanan kardus dan plastik.

Menurut keterangan petugas, seorang karyawan yang sedang bekerja melihat kobaran api mulai membesar di dalam gudang. Upaya pemadaman awal sempat dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sebelum akhirnya pihak keamanan menghubungi petugas damkar.

Hingga Selasa malam sekitar pukul 21.03 WIB, petugas masih terus menyemprotkan air ke titik-titik yang dinilai berpotensi memunculkan bara api kembali. Material mudah terbakar di dalam bangunan membuat proses pendinginan berlangsung sangat lama.

Sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 personel diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

Dalam proses penanganan kebakaran ini, petugas juga sempat mengoperasikan robot pemadam untuk membantu menyisir bagian dalam bangunan. Teknologi tersebut digunakan guna mengantisipasi keberadaan gas berbahaya serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan petugas di lapangan.

Insiden ini menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka, terdiri dari dua petugas pemadam kebakaran dan satu warga. Sementara itu, petugas masih terus melakukan penguraian material di dalam bangunan agar sisa api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *