RBN || Kupang
Sebuah kapal nelayan jenis fiber tenggelam di perairan Barate, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, saat para nelayan tengah melaut untuk mencari ikan. Peristiwa ini melibatkan tujuh orang nelayan yang berada dalam satu kapal, dan insiden tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika mereka sedang beraktivitas di laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, mengungkapkan bahwa seluruh nelayan berada dalam satu rombongan saat kejadian berlangsung. “Totalnya ada tujuh nelayan saat kejadian dan satunya masih hilang,” ujarnya kepada detikBali, Minggu, 3 Mei 2026, menegaskan bahwa proses pencarian masih terus dilakukan hingga saat ini.
Kejadian bermula saat para nelayan hendak berpindah lokasi penangkapan ikan dan mencoba menarik jangkar kapal, namun jangkar tersebut tersangkut di karang. Upaya penarikan secara paksa membuat kapal kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya oleng dan terbalik di tengah laut.
Dalam insiden tersebut, enam nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya belum ditemukan dan dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan kemudian langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan dari warga pada dini hari.
Hingga kini, upaya pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama unsur terkait. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi aktivitas melaut, terutama ketika menghadapi kendala teknis di perairan yang dapat berujung pada kecelakaan fatal.
Sumber: Detik News











