RBN || Yogyakarta
Event marathon Jogja 10K di penghujung long weekend sukses menjadi magnet pariwisata sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism yang inklusif. Ribuan pelari yang 80% dari luar DIY ini memadati kawasan Jl. Malioboro, Yogyakarta sejak dinihari, Minggu (03/05).
Puncak perhatian peserta tertuju pada kategori Fun Run 5K yang diikuti oleh 2.500 pelari. Tepat pukul 05.45 WIB, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan prosesi flag-off, melepas kategori ini untuk berlari menyusuri jalanan Kota Yogyakarta. Turur mendampingi SrinSultan, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono serta Danrem 072/Pmk, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.
Kepada seluruh pelari, Sri Sultan berpesan agar para pelari memperhatikan aspek keselamatan di rute yang tidak sepenuhnya tertutup. “Khususnya peserta, saya berharap biarpun ada jalur sendiri pada waktu lari, tapi kendaraan yang lain juga bisa lewat. Saya minta hati-hati di jalan karena tidak tertutup. Jangan sampai ada yang terlena, sehingga bisa kumpul semua di finish. Semoga punya prestasi,” tutur Sri Sultan.
Sementara itu, kategori utama Race 10K yang diikuti oleh 9.000 pelari telah lebih dulu dilepas oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, pada pukul 05.15 WIB. Di barisan pelari kategori ini, tampak mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama sang istri, Siti Atikoh, yang ikut berbaur menaklukkan rute sepanjang 10 kilometer.
Wawan menekankan pentingnya menjaga ketertiban serta kebersihan kota selama acara berlangsung. “Acara hari ini harus sesuai aturan yang disepakati oleh panitia dan mohon untuk tetap selalu jaga kebersihan. Saya berharap para pelari elit yang hadir bisa mencapai target waktu atau landmark yang sangat memuaskan. Semangat untuk mengikuti lomba,” ujar Wawan.
Aspek inklusivitas menjadi nyawa dari perhelatan tahun ini. Pada kategori 5K yang dilepas Sri Sultan, jajaran peserta disabilitas turut berlari. Peserta ini mendapatkan posisi istimewa di barisan depan, tepat di posisi kedua setelah rombongan pacer.
Semangat ini berlanjut pada kategori 3K Fun Walk yang dilepas paling akhir pukul 07.15 WIB oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi. Kategori ini menjadi ruang bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda untuk merasakan atmosfer jantung kota. Menariknya, di kategori 3K ini, peserta dipimpin oleh bregada prajurit. Tampak putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara bersama KPH Yudanegara dan kedua putra-putrinya turut serta berjalan santai menikmati suasana pagi bersama masyarakat umum.
Setiap kategori event Jogja 10 K ini menyuguhkan pengalaman melintasi bangunan bersejarah seperti Benteng Keraton, Museum Sonobudoyo, dan Benteng Vredeburg. Daya tarik acara ini terbukti sangat kuat dengan catatan jumlah peserta didominasi dari luar Yogyakarta.
Guna mendukung mobilitas, pemerintah memberikan fasilitas akses bus TransJogja seharian penuh dengan tarif hanya 1 rupiah tanpa batas penggunaan bagi seluruh peserta. Peserta bisa memanfaat ini untuk berkeliling Yogyakarta, usai berlari. Sinergi antara olahraga, inklusivitas, dan promosi pariwisata ini sekali lagi mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai destinasi yang ramah dan penuh energi bagi setiap pendatang.
___________
sumber: Humas Pemda DIY











