Seruan Tegas Jaga Lingkungan, Pemerintah Dorong Keseimbangan Ekonomi dan Alam

  • Share
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam acara Sinergi Alumni IPB. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)

RBN || Jakarta

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyerukan kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk segera menghentikan praktik perusakan lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan bumi merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan.

Dalam acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5), Jumhur menyampaikan pesan tegas namun reflektif. “Para perusak lingkungan, berhentilah. Mari kita cari cara agar aktivitas yang merusak dapat dihentikan secara bertahap,” ujarnya.

Jumhur juga menyoroti kebijakan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan pemanfaatan hutan di wilayah Sumatera. Kebijakan tersebut, menurutnya, menjadi langkah penting dalam menegakkan aturan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Namun, di balik kebijakan tersebut, ia mengakui adanya dampak sosial yang tidak kecil. Sekitar 1.700 pekerja dilaporkan kehilangan pekerjaan akibat pencabutan izin tersebut. Sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI), Jumhur memahami betul kegelisahan para pekerja yang terdampak.

Meski demikian, ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diabaikan. Dalam beberapa kasus, bencana seperti longsor dan banjir di sekitar area operasional turut memperparah kondisi dan memicu evaluasi ulang terhadap aktivitas perusahaan.

Jumhur berharap ke depan tidak ada lagi pertentangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Ia mendorong terciptanya solusi yang memungkinkan dunia usaha tetap berkembang tanpa mengorbankan alam.

“Saya ingin semua bisa berjalan beriringan—ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan lingkungan tetap terjaga,” tuturnya.

Melalui seruan ini, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun masa depan yang berkelanjutan, di mana kemajuan ekonomi tidak lagi harus dibayar dengan kerusakan lingkungan.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *