18 Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse Dibawa ke Amerika Serikat

RBN || Washington DC

Kasus pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse pada 2021 memasuki babak baru. Sebanyak 18 tersangka telah ditangkap dan dibawa dari Haiti ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum di Florida.

Moïse, yang berusia 53 tahun, ditembak hingga tewas di kediaman pribadinya pada 7 Juli 2021. Pembunuhan tersebut diduga melibatkan sekitar 20 tentara bayaran asal Kolombia yang memiliki pelatihan militer. Saat penyerangan berlangsung, tim keamanan Moïse tidak melakukan intervensi untuk melindunginya.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan 18 terdakwa tersebut diterbangkan dari Haiti menggunakan pesawat militer. Mereka selanjutnya akan menghadapi proses hukum di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida.

Agen Khusus FBI Brett Skiles mengatakan penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi dan melibatkan kerja sama lintas negara.

“Penangkapan di berbagai lokasi dan melibatkan beberapa negara hari ini menunjukkan komitmen FBI yang berkelanjutan untuk membawa seluruh pihak yang terlibat dalam rencana ini ke pengadilan,” kata Skiles.

Sementara itu, Jaksa Federal Amerika Serikat Jason Reding Quinones mengatakan para tersangka telah diterbangkan dari Haiti menuju Florida untuk menjalani proses hukum.

Menurut Kejaksaan AS, pemindahan 18 terdakwa tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang masih berlanjut terhadap jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Moïse. Quinones menegaskan bahwa lima tahun setelah pembunuhan tersebut, proses membawa para terdakwa ke pengadilan Amerika Serikat masih terus berlangsung.

Kasus ini sebelumnya telah menghasilkan putusan terhadap empat terdakwa. Pada Mei 2026, pengadilan federal di Miami menyatakan mereka bersalah atas sejumlah dakwaan terkait konspirasi pembunuhan dan penculikan Moïse serta dukungan terhadap operasi ilegal di luar negeri.

Dengan dibawanya 18 tersangka ke Florida, proses hukum kasus pembunuhan mantan Presiden Haiti tersebut kini berlanjut di pengadilan federal Amerika Serikat.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *