Sering Cek HP Berkali-kali? Ternyata Ini yang Bikin Otak Cepat Lelah
RBN || Jakarta
Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar ponsel sering dianggap sebagai tanda seseorang mengalami penggunaan gawai berlebihan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa durasi penggunaan layar ternyata bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa kewalahan seseorang menghadapi informasi digital.
Dua penelitian yang dikutip Fortune menemukan bahwa cara seseorang menggunakan ponsel dapat lebih berpengaruh dibandingkan lamanya waktu yang dihabiskan di depan layar.
Temuan tersebut memberikan gambaran baru mengenai kebiasaan masyarakat di era digital. Aktivitas menggunakan ponsel kini tidak hanya dilakukan dalam satu waktu tertentu, tetapi kerap menjadi bagian dari rutinitas sepanjang hari.
Salah satu penelitian yang dilakukan Aalto University, Finlandia, berlangsung selama tujuh bulan dengan melibatkan 277 orang. Peneliti memantau aktivitas peserta melalui perangkat komputer dan ponsel.
Selama penelitian, lebih dari 13 juta aktivitas digital dianalisis untuk mengetahui kaitannya dengan kelebihan informasi atau information overload.
Hasilnya cukup menarik. Total waktu yang dihabiskan seseorang di dunia maya ternyata hampir tidak bisa digunakan untuk memprediksi seberapa besar seseorang merasa kewalahan.
Sebaliknya, pola penggunaan perangkat justru menunjukkan pengaruh yang lebih kuat. Peneliti menyebut pola tersebut sebagai “session sparseness”, yakni kebiasaan membuka dan memeriksa perangkat secara singkat berkali-kali sepanjang hari.
Artinya, seseorang yang terus-menerus mengambil ponsel untuk mengecek sesuatu, kemudian meletakkannya kembali dalam waktu singkat, berpotensi merasa lebih terbebani dibandingkan orang yang menggunakan perangkat dalam satu sesi yang lebih panjang.
“Waktu penggunaan layar memang berpengaruh, tetapi pengguna dengan durasi paling tinggi bukanlah mereka yang paling mengalami kelebihan informasi,” kata Henrik Lassila, penulis utama penelitian tersebut.
Menurut Lassila, rasa kewalahan justru lebih banyak dialami oleh orang yang berulang kali kembali memeriksa ponsel dalam waktu singkat.
Kebiasaan tersebut membuat perhatian terus terpecah karena seseorang harus berulang kali beralih dari aktivitas utama ke layar ponsel. Dengan demikian, persoalan penggunaan ponsel tidak selalu terletak pada berapa lama perangkat digunakan, tetapi juga seberapa sering seseorang kembali mengeceknya.
Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa mengurangi screen time semata belum tentu menjadi solusi untuk mengurangi beban informasi digital. Mengubah pola penggunaan, terutama kebiasaan mengecek ponsel secara berulang, juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun rutinitas digital yang lebih sehat.
Sumber: Tribunnews

