Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santriwati di Lombok Tengah

RBN || Lombok Tengah

Polresta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mendalami laporan dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di sebuah pondok pesantren di Desa Bungkate, Kecamatan Jonggat.

Kasus tersebut diduga melibatkan oknum pimpinan pondok pesantren. Polisi memastikan penanganan perkara menjadi salah satu prioritas, termasuk memberikan perhatian terhadap hak dan perlindungan bagi para santri yang masih merasa takut untuk menyampaikan laporan.

Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan, pihaknya terus berupaya mengungkap perkara tersebut.

“Yang jelas penanganan perkara ini menjadi prioritas utama kami, termasuk mengawal hak santri yang mungkin masih takut melapor,” kata Punguan di Lombok Tengah, Selasa (22/9).

Punguan menjelaskan, laporan mengenai dugaan pelecehan tersebut telah diterima kepolisian sejak Februari 2025. Setelah laporan masuk, penyidik melakukan komunikasi serta pemeriksaan awal terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan perkara.

Namun, setelah pemeriksaan awal dilakukan, komunikasi dengan pihak korban sempat terputus. Berdasarkan pemantauan terakhir penyidik, sejumlah korban diketahui berada di Mesir bersama barang bukti yang mereka kuasai.

Saat ini, polisi memfokuskan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan selanjutnya akan diarahkan kepada saksi korban dan pelapor untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang dilaporkan.

Punguan menegaskan penyidik akan mempercepat proses penanganan perkara tersebut. Polisi juga terus berupaya memastikan proses hukum berjalan sekaligus memperhatikan hak para korban selama penanganan kasus.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengumpulkan keterangan dan bukti yang diperlukan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Sumber: Antara News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *