Persaingan Platform Streaming Makin Ketat, Netflix PHK 1.000 Karyawan di Seluruh Dunia
RBN || Jakarta
Persaingan industri hiburan digital yang semakin ketat mendorong Netflix melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap tenaga kerjanya di berbagai negara. Perusahaan layanan streaming tersebut mengumumkan pengurangan sekitar 1.000 posisi atau setara 6 persen dari total tenaga kerja globalnya.
Kebijakan ini menjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar Netflix sejak 2022, dengan sejumlah divisi menghadapi dampak paling signifikan. Bagian sumber daya manusia, hukum, pengembangan produk, dan teknologi menjadi sektor yang paling terdampak dalam restrukturisasi perusahaan.
Dilansir BBC, Kamis (15/10/2026), keputusan tersebut muncul ketika industri streaming menghadapi perubahan besar akibat persaingan dan konsolidasi perusahaan hiburan. Kehadiran platform gratis seperti YouTube dan TikTok semakin memperketat perebutan perhatian penonton di tengah perubahan kebiasaan mengonsumsi konten digital.
Tekanan persaingan juga meningkat setelah Paramount bergabung dengan Warner Bros, perusahaan pemilik HBO, melalui kesepakatan senilai 110 miliar dolar AS. Nilai transaksi tersebut setara sekitar Rp1.975 triliun dengan asumsi kurs Rp17.960 per dolar AS.
Sebelumnya, Co-Chief Executive Netflix Ted Sarandos mengakui bahwa pertumbuhan perusahaan belum mencapai kecepatan yang diharapkan dalam Bloomberg Screentime Summit bulan lalu. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Netflix untuk mempertahankan posisinya di pasar hiburan digital global.
Melalui surat elektronik kepada karyawan, Sarandos bersama Co-Chief Executive Greg Peters menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen melakukan investasi pada bidang yang memberikan dampak besar. Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat pertumbuhan dan inovasi bisnis.
Netflix sebelumnya juga sempat mendekati kesepakatan dengan Warner Bros sebagai bagian dari upaya memperluas bisnis hiburannya. Namun, rencana tersebut tidak terwujud setelah Paramount mengajukan penawaran dengan nilai lebih tinggi.
Sumber: Liputan6


